19 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

KUD Batu Lepoq Tuntut Kejelasan Kebun Plasma PT LBPS


KUD Batu Lepoq  Tuntut Kejelasan Kebun Plasma PT LBPS

KLIKSANGATTA.COM - Puluhan warga yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Batu Lepoq, Kecamatan Karangan, berkunjung ke PT Long Bangun Prima Sawit (LBPS), Kamis, 11 Oktober 2018.

Mereka bersilahturahmi sekaligus memperkenalkan pengurus baru KUD Batu Lepoq serta menagih janji terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit itu ihwal dana talangan dan kebun plasma masyarakat.

"Kita ingin memastikan lokasi plasma atau kebun seluas 201 hektare yang dijanjikan oleh perusahaan," ujar Jum'ah, selaku kuasa pengurusan plasma masyarakat.

Jum'ah yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Batu Lepoq ini mengatakan, ada ratusan kepala keluarga di Desa Batu Lepoq yang rencananya akan mengelola perkebunan. Untuk kebun plasma, semestinya perusahaan sudah memberikan plasma kepada warga masing-masing dua hektare per KK. "Itu kewajiban perusahaan. Masyarakat ini kan hanya meminta hak mereka, bukan hak perusahaan," katanya.

Sebelumnya, KUD Batu Lepok meminta PT LBPS untuk menjawab dan menanggapi tuntutan masyarakat. Tuntutan terebut diantaranya meminta penjelasan dan kepastian lahan plasma koperasi sekitar 201,71 hektare yang sudah tukar guling ke koperasi dengan mengikuti dasar hukum yang ada. Kemudian meminta dana talangan bisa terealisasi sejak April hingga Desember 2018.

Dalam prosesnya, dana talangan baru terealisasi tahap pertama yaitu April sampai dengan Mei 2018. Masyarakat menuntut kekurangan pembayaran tahun ini yakni bulan Juni hingga Desember 2018 dapat direlesasikan paling lambat Oktober 2018 sebesar Rp 201,795 juta.

Di samping itu, masyarakat meminta laporan secara rinci untuk lahan seluas 201,71 dan meminta penjelasan terkait dana talangan hanya sebesar Rp 150 ribu per hektare dan baru terealisasi senilai Rp 60 juta.

Mewakili manajemen PT LBPS, Heri, menyatakan komitmen perusahaan atas apa yang sudah disampaikan oleh pihak koperasi. Namun, pihaknya meminta waktumerealisasikan secara bertahap apa sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban perusahaan. "Semua butuh proses, tidak langsung bisa terealisasi semuannya," tuturnya.

Pada 3 September 2018 lalu Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perkebunan mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan calon petani pembangunan perkebunan kelapa sawit rakyat pola kemitraan non fasalitas program revitalisasi perkebunan PT LBPS dengan mitra usaha KUD Batu Lepoq, Kecamatan Karangan.

Dalam surat tersebut, menuangkan surat keputusan Bupati Kutai Timur Nomor: 525.26/146/HK.156/IV/2018 tanggal 2 April 2018 tentang penetapan ruang kemitraan KUD Batu Lepoq bekerjasama dengan PT LBPS kurang lebih seluas kurang lebih 1.425 hektare di Desa Batu Lepoq.

Selanjutnya, dalam surat tersebut memutuskan penetapan calon petani pembangunan perkebunan kelapa sawit rakyat pola kemitraan non faslitas program revitalisasi perkebunan PT LBPS dengan mitra usaha KUD Batu Lepoq, Kecematan Karangan, Kutai Timur dengan jumlah petani 413 Kepala Keluarga dengan luas lahan 826 hektare. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0