18 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tim Penyelesaian Masalah Kebun Sawit Swadaya Masyarakat Dibentuk, Minggu Depan Bergerak


Tim Penyelesaian Masalah Kebun Sawit Swadaya Masyarakat Dibentuk, Minggu Depan Bergerak
Rapat Dengar Pendapat antara petani sawit swadaya rakyat, manajemen perusahaan Pabrik Kelapa Sawit, dan Pemkab Kutim yang difasilitasi DPRD Kutim beberapa waktu lalu. (Dok. KLIK)

KLIKSANGATTA.COM - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah membentuk tim penyelesaian permasalahan perkebunan swadaya masyarakat agar segala masalah petani sawit swadaya di daerah dapat segera teratasi.

Keberadaan tim ini dinilai sangat penting dalam mendukung program dan kerja efektif untuk mengurai permasalahan perkebunan swadaya masyarakat.

"Minggu depan kita sudah jalan," ujar Kasi Urusan Teknis Dinas Perkebunan Kutim, Wandi, Kamis, 20 Desember 2018 lalu.

Langkah pertama yang dilakukan, kata dia, menginventarisir luas lahan petani sawit swadaya di masing-masing kecamatan. Tim ini sendiri diketuai langsung Sekda Kutim Irawansyah, dan terdiri dari Dinas Perkebunan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagagan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Tim tersebut disebutkan juga diikuti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bagian Hukum Setkab Kutim, Bagian Pemerintahan, UPTD Kehutanan, APKASINDO Kutim, Polres Kutim dan Kodim 0909/Sangatta.

"Menyelesaikan masalah petani sawit kita ini harus di sesuaikan dengan regulasi. Sebab, akan sulit di wujudkan jika dalam perjalannya itu bertentangan dengan Peraturan Mentri Pertanian," kata Wandi.

Terkait dengan inventarisir tersebut. Wandi mengatakan, kapasitas tandan buah segar (TBS) sawit petani sawadaya akan menjadi terukur, sehingga membuka peluang untuk pola kemitraan dengan perusahan PKS serta opsi lain dalam rencana pembangunan PKS oleh pemerintah daerah.

"Seharusnya memang upaya seperti ini sudah dilakukan sejak dari awal adanya perkebunan kelapa sawit di Kutim. Karna ini juga menyangkut status lahan dan penggunaan bibit oleh petani sawit swadaya," tutur Wandi. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0