16 Januari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Waspada Gelombang Tinggi, Warga Pesisir Kutim Dihimbau Waspada


Waspada Gelombang Tinggi, Warga Pesisir Kutim Dihimbau Waspada
Ilustrasi gelombang tinggi di pesisir. (Ist)

KLIKSANGATTA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) mengeluarkan surat himbauan peringatan dini agar masyarakat waspada terhadap gelombang tinggi di wilayah Kutim mulai 26 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Kepala BPBD Kutim Syafruddin, Rabu, (26/12/2018) lalu, menyampaikan kepada masyarakat khususnya yang bermukim dan beraktivitas di area pesisir Laut Sulawesi dan Selat Makassar agar kiranya selalu waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang kemungkinan akan terjadi.

Bagi nelayan yang kerap menggunakan perahu, dihimbau agar memperhatikan resiko tinggi saat melaut apabila kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1,25 meter. Sementara kapal tongkang, diingatkan agar memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1,50 meter.

Sedangkan Kapal Verry diharapkan, agar memperhatikan kecepatan angin yang lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang diatas 2,5 meter. Narasi ini diolah BPBD Kutim dari data BMKG di laman http://maritim.bmkg.go.id, pada Rabu, 26 Desember 2018, pukul 05.55 WIB.

Diseratkan dalam edaran tersebut bahwa terdapat pola tekanan rendah 1.004 HPa dan 1.007 Hpa di Samudra Fasifik Utara, Papua Barat dan Laut Cina Selatan. Pola angin diwikayah umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-25 knot, dimana kecepatan angin tertinggi diantaranya berada di Laut Sulawesi sehingga mengakibatkan meningkatnya gelombang tinggi diwilayah tersebut.

Gelombang tertinggi dalam edaran tersebut disampaikan, berkisar antara 1,25 - 1,50 meter (Moderete Sea) diantaranya Laut Sulawesi bagian tengah sampai ke Selat Makasar kebagian selatan. Sedangkan tinggi gelombang terjadi di daerah tersebut yakni 2,50 sampai 4, 00 meter (Rough Sea), di perairan tersebut dinilai dalam kondisi negatif. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0