20 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diresmikan Akhir Maret, KEK Maloy Buka Potensi Industri Perkebunan


Diresmikan Akhir Maret, KEK Maloy Buka Potensi Industri Perkebunan
Peta pembangunan dan pemanfaatan KEK MBTK di Kutim. (Dokumentasi)

KLIKSANGATTA.COM – Peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur oleh Presiden Joko Widodo yang awalnya dijadwalkan pekan kedua Maret 2019 disebutkan digeser pada akhir bulan ini.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad mengatakan, pemerintah maupun stakeholder telah lama menantikan peresmian KEK MBTK karena diyakini akan memacu pembangunan dan investasi di Kaltim, khususnya Kutai Timur.

"Kalau Maloy beroperasi, Ini semakin mempercepat pembangunan disana. Dinas Perkebunan hanya fokus bagian industri hulu memastikan ketersediaan bahan baku CPO dari sawit," ujar Ujang, Rabu (13/3/2019).

Adapun alasan dimundurkannya rencana peresmian akibat belum siapkan KEK Bitung. Rencananya untuk KEK MBTK itu diresmikan bersama-sama dengan KEK Bitung dan Morotai akhir Maret 2019.

Dari sisi ekonomi industri, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Muhamad Nur mengatakan KEK Maloy akan membuka akses  industri pengolahan mencapai 16 persen.

“Paling besar dari sektor perkebunan dan bisa tumbuh lebih cepat, salah satunya perkebunan kelapa sawit dan industri olahannya,” sebut Nur.

Ia menambahkan, industri pengolahan atau hilirisasi dari produk pertanian seperti CPO menjadi potensi terbesar dan perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Sektor perkebunan di dalam industri pengolahan akan menambah pertumbuhan ekonomi Kaltim yang masih didominasi sektor pertambangan. Pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2019 diperkirakan sekitar 2 sampai 2,4 persen. Angka pertumbuhan ini tumbuh tipis dibanding tahun 2018 yang hanya 1,8 sampai 2 persen.

Sektor pertambangan dan penggalian yang mendominasi PDRB Kaltim 45 persen mendapat tantangan tahun 2019 dengan perkiraan penurunan harga. (*)

Reporter : Ayub Fardani    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0