24 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

BUMN PT BGR Berminat Ekspansi di KEK Maloy


BUMN PT BGR Berminat Ekspansi di KEK Maloy
Ilustrasi usaha jasa bidang logistik pergudangan. (int)

KLIKSANGATTA.COM - Jelang peresmian yang dijadwalkan akhir Maret 2019 ini, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) di Kabupaten Kutai Timur telah dilirik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), salahsatu BUMN di bidang logistik pergudangan disebutkan berminat masuk dan beroperasi di KEK MBTK.

Senior Manager PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Divre Balikpapan Marwan mengatakan kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan atau KEK MBTK jelas membawa peluang ekspansi bagi perusahaan jasa logistik berpelat merah ini.

"Kami menilai kawasan tersebut memiliki prospek yang baik untuk jasa pergudangan dan logistik, BGR akan mempertimbangkan peluang ekspansi ke KEK MBTK," ujar Marwan, Rabu 13 Maret 2019.

Namun, kata Marwan, keputusan akan menambah unit usaha di kawasan yang dikenal dengan sebutan KEK Maloy ini tergantung pada pimpinan perusahaan. "Kalau memang sangat prospek kami bisa ajukan," terangnya.

Marwan menyebut bisnis logistik dan pergudangan di Samarinda sangat menguntungkan dan punya potensi yang tinggi. Namun dari segi persentase Marwan mengaku bahwa bisnis logistik sangat besar porsinya dalam BGR di Kalimantan Timur sampai Kalimantan Utara.

"Bisnis gudang dan logistiknya sama-sama menunjang. Termasuk kurir untuk melengkapi," sambung Marwan.

Untuk diketahui, KEK MBTK diharapkan dapat mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut.

Berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, KEK MBTK akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi seperti industri mineral, gas dan batubara.

Untuk kegiatan di luar pengolahan sawit dan batubara, KEK MBTK membuka peluang kegiatan lain yakni; logistik dan aneka industri.

Adapun beberapa tax allowance atau fasilitas pengurangan pajak bagi dua kegiatan itu antara lain; pengurangan penghasilan netto sebesar 30% selama 6 tahun; penyusutan yang dipercepat; PPh atas deviden sebesar 10%, dan kompensasi kerugian 5-10 tahun.

Hingga 2025, KEK yang ditetapkan pada bulan Oktober 2014 ditargetkan menarik investasi sebesar Rp34,3 triliun dan meningkatkan PDRB Kutai Timur hingga Rp4,67 triliun per tahun. (*)

Reporter : Ayub Fardani    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0