27 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Waspada Jebakan Hoax Di Era Digital


Waspada Jebakan Hoax Di Era Digital

*Oleh Anasthasya Devicasary Dua Lembang

APASIH Hoax itu ?. Pasti kalian sudah sangat familiar dengan nama yang satu ini, Hoax atau berita palsu. Hoax adalah berita palsu yang ditujukan untuk menipu atau mengakali masyarakat untuk mempercayai sesuatu. Masyarakat telematika Indonesia pada tahun 2017 melakukan survei dan sudah mencatat sebanyak 91,8% jenis hoax yang diterima masyarakat berkaitan dengan politik dan sara. Kemudian dari 1000 responden yang diteliti sebanyak 30% mengaku sulit memeriksa kebenaran suatu informasi yang diterima itu hoax atau bukan. Biasa hoax disebar lewat media sosial dan aplikasi chatting , contohnya whats app, instagram, twitter, facebook, line dan masih banyak lagi.

Di era digital ini semua orang bisa mengakses internet, dimanapun dan kapan pun. Nah sama aja, semua orang bisa membuat platform sendiri untuk membuat karya. Semua orang jadi bisa menjadi jurnalis.Namun, banyak orang yang menyalahgunakan internet dengan membuat berita palsu/ hoax ini. Padahal berita yang dibuat ini tidak masuk akal serta belum tentu kebenarannya. Semua orang berpotensi untuk membuat hoax. Hoax terkait dengan apa saja yang tidak benar adanya. Namun dari hoax itu sendiri kita dapat mendapatkan puluhan juta rupiah. Tapi tentu saja itu adalah tindakkan yang tidak benar. Hoax sendiri diproduksi oleh orang-orang yang tidak bermoral dan beretikat buruk. Si penulis hoax ini berniat untuk mnjatuhkan pihak-pihak tertentu.

Hoax sangat berdampak buruk pada masyarakat. Orang bisa saja menjadi panik tidak jelas akan hoax yang beredar, contohnya pada tahun 2018 ada hoax bahwa monas runtuh dan terbakar. Padahal keadaannya monas atau monumen nasional sedang baik-baik saja. Hanya saja ada orang kreatif yang menyalahgunakan kemampuannya.Mereka mengedit dan membuat berita yang tidak jelas kemudian dari satu pihak disebar ke pihak lainnya dan menyebar luas. Kemudian hoax bisa membuat satu individu/ kelompok dibenci dan merusak reputasi individu-individu tersebut. Dan yang lebih parahnya hoax ini bisa merusak persatuan bangsa. Atau biasa disebut dengan perpecahan.

Hoax bisa membahayakan dan merugikan masyarakat. Hoax itu sendiri bisa menjadi pembunuhan karakter. Karena hoax memanipulasi yang berdampak membahayakan orang lain. Hoax merupakan tindakkan kriminal. Hoaks akan menjadi sangat-sangat berbahaya apabila terus menerus disebarkan. Karena sangat banyak masyarakat yang tertipu oleh adanya hoax. Hoax ini merupakan eksploitasi terhadap sisi psikologis manusia yang bisa menimbulkan keresahan, kecemasan, hilangnya hormat pada tokoh otoritas, bahkan dapat memicu pertikaian dan perpecahan.

Bahkan lebih parahnya lagi bisa membuat seseorang bunuh diri karena stress akan hoax yang ditujukan kepada dirinya. Hoax menjadikan manusia sebagai alat untuk memicu reaksi tertentu. Sehingga mempengaruhi orang lain untuk melakukan ha-hal bodoh karena perasaan ingin membantu, bahkan takut dan turut terpicu untuk melakukannya. Tak heran kalau penggunaan hoax untuk kepentingan tententu jarang sekali gagal.

Jadi kalian mau negara kita terbelah begitu saja karena hoax ?. Yaa pasti enggak. Maka dari itu kita harus memberhentikan hoax yang berupa fitnah ini. Kita harus memulai dari diri sendiri. Bayangkan kalau pikiran kita masih berfikir “ kan aku cuma iseng buat seru-seruan” tapi difikirkan oleh ribuan orang di negara ini. apa jadinya masa depan bangsa kalau tidak ada kesadaran dari individunya. Mari mulai dari dalam diri. Cara pertama untuk menangkal hoax adalah hati-hati dengan judul yang provokatif!. Hoax juga biasanya menggunakan judul berita yang sensasional sehingga dapat memicu emosional para pembacanya.

Sebenarnya tujuan judul seperti ini adalah menarik pembaca untuk membaca berita ini kalau banyak yang membaca penghasilan penulis akan melunjak naik. Apalagi pembaca yang malas untuk membaca seisi berita, hanya membaca judul yang sudah dilebih-lebihkan oleh penulisnya kemudian menyebarkannya begitu saja. Kedua, perhatikan alamat situs!

Kalau beritanya ditulis oleh situs yang gratisan, wah sepertinya jangan dipercaya dulu. Biasanya berita tersebut sudah pasti hoax. Ketiga, Periksa fakta! Pastikan sumber-sumber dari suatu berita yang punya kreadibilitas.Coba dicek lagi di situs yang lebih krediribel. Jangan cuman membaca satu sumber jadi percaya, ayo jangan malas cek sumber lainnya. Keempat, Periksa keaslian foto! Biasanya penyebar hoax suka mengedit foto sedemikian rupa supaya menarik perhatian masyarakat. Karena tidak hanya judul yang menarik, foto harus menarik pula sebagai bahan penunjang supaya berita seakan-akan nyata.

Dengan menyebarnya berita hoax di media sosial manapun jika penggunanya sendiri atau yang mendapat informasi tidak membaca berita tersebut secara bijak, sudah bisa dipastikan individu tersebut akan terjebak selamanya oleh arus berita hoax. Tidak hanya itu, merek yang tidak bijak dalam membaca berita pun akan ikut membut hoax tandingan sehingga antar satu kubu dengan yang lainnya tidak akan pernah habis untuk saling serang di media sosial.

Sudah bisa dipastikan individu atau kelompok tersebut memiliki persepektif yang salah dan hanya bisa saling menyalahkan satu sama lain tanpa menyeimbangkan pemirikan mereka sediri. Maka dari itu menjadi individu yang cerdas kita harus bisa membedakan hoax dan yang bukan hoax. Intinya hanya satu, apabila menemukan berita lebih baik di cek dulu kebenarannya. Jangan asal langsung menyebarkan begitu saja. Ingat, bahwa berita palsu itu sangat merugikan. Merugikan diri sendiri, orang lain, bahkan negaramu sendiri. Sebaiknya sebagai pembaca berita yang bijak harus lebih cerdas dan bijak lagi dalam menanggapi berita-berita yang beredar di masyarakat ini. (*)

*Penulis adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

Reporter :     Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0