16 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Mengupas Manfaat CSR Pama dalam Bukber Awak Media di Kaltim


Mengupas Manfaat CSR Pama dalam Bukber Awak Media di Kaltim
Presentasi dan dialog terkait CSR PT Pamapersada Nusantara dalam Media Gathering se-Kaltim di Harris Hotel Samarinda, Kamis (16/5/2019). (Foto: Rusli)

KLIKSANGATTA.COM - PT Pamapersada Nusantara regional Kalimantan Timur menggelar Media Gathering bersama awak media dalam wilayah operasional Kaltim, Kamis, 16 Mei 2019.

Agenda yang dipusatkan di Harris Hotel Samarinda ini dihadiri perwakilan masing-masing manajemen kontraktor site PT Pama seperti Bontang, Kutim, Paser, Berau, Kubar maupun Balikpapan.

Security & External Relation Dept (SERD) Manager Head Office PT Pama, Sukendi, agenda ini menjadi kali pertama diadakan di wilayah Kaltim. "Sebagai kontraktor pertambangan, kami telah beroperasi di Kaltim, Kalsel, Kalteng, Nusa Tenggara dan Sumatera. Di wilayah ini kami membangun mitra yang baik dengan media sebagai wadah informasi kepada publik," ujarnya.

Anak usaha dari Astra Group ini pun memiliki program CSR (Corporate Social Responsibility) sektoral yang disebut lima pilar dan tersebar di berbagai site operation. Di antaranya pilar ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta sosial dan budaya.

Department Head CSR PT Pama Bontang, Agung Dwi memaparkan pengembangan CSR di kawasan Ring 1 seperti Kota Bontang, Kecamatan Teluk Pandan di Kutim dan Kecamatan Marang Kayu di Kukar telah dilakukan.

"Di site milik PT Indominco Mandiri, kami mengerjakan blok timur dengan sekitar 10 desa binaan yang terbagi di Kutim, Kukar dan Bontang. Di Bontang sendiri kami berfokus pada pilar ekonomi seperti pelatihan manajemen pemasaran, pelatiham digital marketing UKM makanan kemasan, pelatihan padi SRI organik, hingga panen padi organik di Teluk Pandan," sebut Agung.

Kemudian ada pula pelatihan budidaya kelapa sawit hingga panen di Kecamatan Marang Kayu. Lalu budidaya rumput laut, hortikulturan organik hingga pelatihan pengolahan rumput laut di Bontang. "Kami juga menjadi mitra Balai Taman Nasional Kutai (TNK) dan melakukan kerjasama penamanam mangrove serta penghijauan sekolah binaan di pilar lingkungan," katanya.

Di sektor pendidikan, tambah Agung, diadakan uji kompetensi jurusan geologi pertambangan bagi guru, pelatihan mekanik bengkel dan welder di Bontang, penyaluran beasiswa pendidikan tinggi, serta pelatihan dunia kerja bagi siswa SMK. "Pada pilar sosial, kami lakukan pengerasaan dan perbaikan jalan, bazar sembako murah Ramadan 1440 H, pembinaa sanggar seni tradisional hingga kami berhasil mendapatkan penghargaan dari Gubernur Kaltim. Ditambah penghargaan dari Bupati Kutim terkait pengembangan pertanian Organic di Teluk Pandan," imbuhnya.


Ditambahkan Abdul Syukur selaku CSR Head PT Pama Sangatta, Kutim, pengembangan CSR di wilayah Sangatta dan sekitarnya juga terus dilakukan. Ia bersama timnya mengenjot potensi budidaya ikan air tawar mulai dari ikan lele, nila hingga patin kepada warga atau UKM binaan. Program berkutat pada pelatihan budidaya mulai dari tahap pembibitan hingga pembesaran. Usaha pun berkembang ke pembuatan pakan pelet ikan air tawar. "Hasil pakan kami ternyata lebih baik dari yang ada di pasaran. Dengan membuat pakan sendiri maka akan mengurangi biaya produksi tambahan," jelas Syukur.

Pendampingan pun berlanjut pada sektor home industri olahan seperti pembuatan abon lele hingga pada pemasaran produk. Ïa mengakui perkembangan sektor bidang perikanan lebih maju ketimbang pertanian karena sesuai perencanaan pihaknya melihat Sangatta maupun Kutim umumnya akan difokuskan sebagai sentra budidaya ikan air tawar dalam program CSR PT Pama.

Syukur mengatakan, kurang lebih sebanyak 80 UKM aktif tercatat di Kutim. Produk olahan UKM binaan pun tersebar di sejumlah gerai toko dan minimarket di Sangatta. "Kami juga membantu terbentuknya salahsatu gerai yang menjual produk mitra binaan di Sangatta yakni Okusa. Produk kami dapat ditemukan di sana," ungkapnya.

CSR PT Pama di Sangatta juga menyentuh pemanfaatan sampah sebagai salahsatu potensi ekonomi. Daur ulang maupun pengolahan sampah plastik menjadi hasil kerajinan tangan bernilai ekonomi sudah digarap sejak beberapa tahun terakhir. "Pelatihan menjahit dengan bahan baku limbah sampah ini sudah ditekuni tiga tahun terakhir yang dipusatkan di Jalan Munthe, Sangatta Utara. Hingga produknya bisa diperkenalkan pada event nasional di Jakarta beberapa waktu lalu dan mendapatkan apresiasi positif," kata Syukur.

Dari sektor kesehatan, terdapat enam posyandu binaan di Kutim. Melalui CSR, PT Pama mensupport upaya meningkatkan kapasitas kader posyandu, penyediaan alat kesehatan hingga sarana-prasarana kesehatan. Lalu kesehatan ibu dan anak, donor darah hingga sosialisasi dan kerjasama sadar lingkungan sehat dengan sekolah-sekolah. Terkait program kesehatan maupun sosial budaya, hampir setiap wilayah operasi PT Pama lainnya memiliki program serupa dan dinilai cukup berhasil dilakukan.

Acara yang berlangsung penuh keakraban ini diakhiri dengan tausiyah dan doa bersama je;ang berbuka puasa bersama yang dibawakan oleh Ustad Wahyuddin dari Samarinda. Sebagai acara perdana, PT Pama berharap agenda serupa dapat dilaksanakan pada masa mendatang.

"Momen ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan membangun suasana kemitraan yang baik sekaligus ajang silaturahmi karena dirangkai dengan buka puasa bersama. Kami ucapkan terimakasih pada rekan media maupun mitra-mitra binaan PT Pama yang selama ini telah bekerjasama di wilayah Kaltim," tutup Sukendi. (*)

Reporter : Ardan Ahmad    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0