23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Sekerat, Sembunyikan Keindahan Alam dan Kehidupan Penyu (3-Selesai)


Sekerat, Sembunyikan Keindahan Alam dan Kehidupan Penyu (3-Selesai)

Pantai yang terhampar di sisi timur Bengalon itu sebenarnya memiliki potensi wisata bahari yang tak kalah dengan yang dimiliki kabupaten kota lainnya. Jika digarap serius, dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki desa dan perhatian pemerintah daerah, Pantai Sekerat bisa jadi destinasi wisata pilihan di akhir pekan.

Menggali potensi wisata bawah laut dan mengkaji biotanya bisa menjadi materi promosi yang menjanjikan. Menurut Arman, warga Sekerat sekaligus tuan rumah rombongan kami mengatakan, ada areal khusus berbatasan antara Pantai Sekerat dan Pantai Selangkau yang menjadi lokasi penyu laut bertelur. Sayangnya, belum diketahui di bulan apa pemandangan menakjubkan itu dapat dilihat.

“Pantai Selangkau ini terhubung di sisi utara Pantai Sekerat, dengan total garis pantai 13 kilometer. Kalau pantai ini masuk di Kecamatan Kaliorang,” kata Arman saat menemani perjalanan singkat kami di pantai itu.

Potensi lainnya, Pemkab Kutim pernah menyatakan peluang Pantai Sekerat sebagai lokasi Porprov Kaltim 2018 untuk cabang olahraga perahu layar. Arah dan kecepatan angin serta cuacanya disebut ideal.

Setelah berenang berjam-jam, lelah pun dibalas ikan Kakap Merah yang dibeli di pasar lokal. Dengan berat mencapai 4-5 kilogram, harganya dipatok Rp 40 ribu. Seorang kawan mengatakan, kalau dibeli di Sangatta, harganya bisa sampai Rp 70 ribu per ekor. Acara bakar ikan dan disantap beramai-ramai ketika matahari terbenam melengkapi jelajah wisata kami hari itu.

Kala pulang, masih ada perasaan yang belum dilunasi. Menurut Arman, tidak jauh dari desa terdapat gua karst yang luas untuk dijelajahi. Adapula air terjun yang menjadi sumber air bagi masyarakat setempat karena kejernihannya.

Ia mengatakan, kedua lokasi itu belum ramai terjamah sebagai garansi tujuan wisata alam yang menjanjikan lainnya. (*)

Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0