20 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Hasil Visum, Korban Perampokan Tewas dengan 18 Luka Senjata Tajam


Hasil Visum, Korban Perampokan Tewas dengan 18 Luka Senjata Tajam
Jenazah Amir saat dievakuasi dari TKP pagi tadi (FOTO: KLIKBONTANG/ANDI Z)

KLIKSANGATTA - Hasil visum yang dilakukan pihak medis RSUD Taman Husada mengungkapkan bahwa sang korban, Amir diduga kuat melakukan perlawanan kepada perampok.

Dari hasil visum, diketahui lengan kanan sang korban mengalami cedera serius akibat benturan benda tajam.

“Kalau lihat dari jenis sobekan lukanya sih, sepertinya si korban melawan saat dihantam senjata tajam,” kata dokter yang memeriksa korban dr. I Wayan Santika saat ditemui Klik Bontang usai melakukan pemeriksaan, di ruang kerjanya, Minggu, 10 Januari 2016.

Si korban diduga menangkis serangan yang diberikan oleh pelaku, pergelangan tangan kanan si korban patah akibat hantaman benda tajam.

Selain itu, bekas sabetan pun memenuhi lengan kanannya.

“Memang luka sayatan banyak di sebelah tangan kanannya, sepertinya beliau menangkis hantaman senjata tajam dari pelaku,” tuturnya.  

Klik juga: Sebelum Perampokan Sadis, Desy Dua Kali Mimpi Ayahnya Meninggal 

Dugaan sementara penyebab meninggalnya Amir karena dua sabetan luka di bagian perut sehingga isi perut korban terburai. Luka tersebut yang membuat si korban meninggal dunia akibat pendarahan hebat.

Kata dia, jumlah luka yang diterima korban sebanyak 18 sobekan akibat sayatan benda tajam. Selain itu, bagian dada dan wajahnya penuh dengan luka sabetan benda tajam. Luka paling banyak ditemui di bagian wajah.

“Dari hasil tadi paling parah itu di bagian perut, karena ususnya sampai keluar. Sepertinya si korban alami pendarahan hebat akibat luka tersebut,” kata dia. (*)

Reporter : Klik Bontang    Editor : M. Nasir



Comments

comments


Komentar: 0