23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pemprov Kaltim Siap Tampung Eks Gafatar


Pemprov Kaltim Siap Tampung Eks Gafatar

KLIKSANGATTA - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Faroek Ishak, menyatakan jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) siap menampung warga mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Bumi Etam.

Asalkan, menurut Gubernur, kedatangan mereka diatur melalui program transmigrasi dari pemerintah.

Peryataan sikap Gubernur tersebut lahir karena terdorong banyaknya lahan kosong dan terbengkalai di Provinsi dengan luasan satu setengah kali Pulau Jawa ini. Hal tersebut menjadi pertimbangan Pemprov Kaltim untuk mengembangkan sektor pertanian.

Pun, dorongan datang dari contoh keberhasilan mantan anggota Gafatar dalam mengelola dan mengembangkan lahan tidur menjadi lahan produktif di sejumlah tempat di Kaltim. Keberhasilan tersebut mendapatkan apresiasi dari Gubernur.

Dengan sigap, Gubernur mengajak mantan pengikut Gafatar untuk kembali bertani di Kaltim. Namun, Gubernur mengingatkan bahwa kedatangan mereka tidak membawa agama maupun paham maupun ajaran yang telah dianggap sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Saya dari segi perikemanusiaan ikut sedih. Apalagi ternyata yang namanya tanah di Kaltim itu bisa menyejahterakan masyarakat. Makanya saya tetap melaksanakan program transmigrasi. Tapi tidak mengait-kaitkan transmigrasi dengan masalah agama maupun paham yang mereka anut," ujar Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, pada Jumat 5 Februari 2016.

Pemprov Kaltim bahkan telah mengirimkan surat kepada Pemerintah Daerah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta untuk meminta kiriman transmigrasi. Pun, termasuk permintaan kepada Pemerintah Daerah Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun, secara teknis, mantan anggota Gafatar ini telah melalui proses seleksi dari pemerintah daerah setempat. Semua warga yang akan mengikuti transmigrasi harus mengikuti pembinaan unsur keagamaan terlebih dulu.

Gubernur memastikan semua harus berkegiatan normal terlebih dahulu sebelum pindah ke wilayah lain. Selain itu, mantan Gafatar juga harus mengikuti pembinaan dari Kementerian Sosial.

Sementara itu, terkait dengan pemulangan eks anggota Gafatar yang berada di Kaltim, Gubernur mengatakan selain akan memulangkan 282 eks Gafatar yang berada di Kutai Kartanegara (Kukar), Pemprov Kaltim juga akan memulangkan 750 eks Gafatar yang saat ini berada di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). (*)

Reporter : Dwi Hendro Putra    Editor : M. Nasir



Comments

comments


Komentar: 0