23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Anggaran Kutai Utara Rp 10 Miliar Dicoret Asisten Setkab Kutim


Anggaran Kutai Utara Rp 10 Miliar Dicoret Asisten Setkab Kutim

KLIKSANGATTA – Anggaran untuk pemekaran Kutai Utara tahun 2015 hilang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim tahun 2015.

Hal ini disampaikan Ketua Komite Pembentukan Kutai Utara, Majedi Effendi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kutim di gedung DPRD Kutim, Senin, 22 Februari 2016.

Dalam rapat yang dihadiri Ketua DPRD Kutim, Mahyunadi, dan srikandi Kutai Utara itu, Majedi menceritakan perjalanan berliku pembentukan Kutai Utara. Khususnya perihal anggaran yang hilang dalam APBD.

Menurut Majedi, saat itu Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, telah memberikan restu untuk menyalurkan dana hibah sebesar Rp 10 miliar bagi keperluan perjuangan Kutai Utara.

Namun, setelah APBD Kutim disahkan, dana hibah itu tidak ada dalam APBD Kutim 2015. Majedi lalu mendatangi Bupati Ardiansyah untuk mempertanyakan janji dana hibah untuk operasional pembentukan Kutai Utara.

Bupati kata Majedi, bingung dan tidak tahu kemana hilangnya dana hibah yang sebelumnya sudah dia setujui.

“Bupati sempat marah-marah, kemana dana hibah yang sebelumnya sudah disetujui untuk pembentukan Kutai Utara,” kata Majedi.

Akhinya, tim Komite Pembentukan Kutai Utara dan Bupati Kutim Ardiansyah melakukan penelusuran dan menanyakan dana hibah tersebut kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Bagian Sosial Kutim.

“Ternyata waktu kami menanyakan anggaran itu. Kata Bagian Sosial dan Bappeda, dana hibah itu tidak disetujui Pemkab Kutim, karena dicoret salah satu Asisten Setkab Kutim,” ujar Majedi.

Kendati tidak mendapat dana hibah, mereka tidak patah arang. Secara swadaya, mereka tetap meneruskan perjuangan pembentukan Kutai Utara. Mereka secara urunan mengumpulkan dana untuk membiayai operasional tim. 

Klik juga: Majedi Optimis Kutai Utara Terbentuk Tahun Ini

Selain itu, mereka meminta sumbangan kepada sejumlah tokoh masyarakat dan Kepala Desa di 8 Kecamatan.

“Jadi saya mohon untuk tahun ini, DPRD Kutim bisa memperjuanggkan anggaran untuk perjuangan Kutai Utara. Karena tanpa itu, usaha kita untuk membentuk Kutai Utara akan menghadapi kendala, bahkan bisa saja tidak tercapai,” kata Majedi. 

Pembaca yang budiman, terima kasih sudah berkunjung.

Kami juga hadir di facebook kliksangatta dan twitter @kliksangatta.

 Selamat beraktivitas 

 

Reporter : Sukriadi    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0