23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Eksklusif Berita Rekomendasi

Polisi Diminta Usut Penyebab Lakalantas yang Menewaskan Zidan


Polisi Diminta Usut Penyebab Lakalantas yang Menewaskan Zidan
Sudirman (tengah) ayah Zidan menunjukkan surat laporan resmi di Polres Kutim

KLIKSANGATTA – Kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang menyebabkan Riyatul Fauzidan (15), meninggal dunia, berbuntut panjang.

Rabu, 24 Februari 2016, Sudirman, ayah almarhum Zidan, panggilan Riyatul Fauzidan, melaporkan kasus itu ke Polres Kutai Timur.

Didampingi keluarga, Sudirman (46), melaporkan dugaan kekerasan yang menyebabkan Zidan mengalami Lakalantas.

Zidan, yang masih duduk di bangku 9 SMP YPPSB Sangatta, diduga jatuh dari sepeda motor karena pukulan benda tumpul yang mengenai bagian kepala. Benda tumpul itu diduga kayu yang sengaja dilemparkan oleh seseorang.

Akibatnya, Zidan mengalami kecelakaan maut yang merenggut nyawanya, di Jl Yos Sudarso, simpang tiga lampu merah Munte, Sangatta, Minggu, 21 Februari 2016.

Ditemui usai mendapat surat laporan resmi dari Polres Kutai Timur, keluarga korban, Alim Bahri, mengatakan, pihak keluarga meminta Polres Kutim mengusut tuntas kasus Lakalantas tersebut.

Pasalnya, dari sejumlah keterangan teman korban yang berada di lokasi kejadian, korban dilempar sebelum kejadian Lakalantas. Karena informasi yang simpang siur terkait penyebab Lakalantas, keluarga korban kata Alim Bahri, meminta Polres Kutim melakukan penyelidikan.

“Adanya simpang siur informasi dalam terjadinya kecelakaan ini, membuat pihak keluarga mencoba membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Pihak kelurga korban meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan untuk memperjelas, apa yang sebenarnya menjadi penyebab meninggalnya anak kami. Kami ingin mendapat kebenaran, agar tidak ada lagi keresahan,” ungkap Alim

Selain itu, Alim mengimbau kepada pelaku yang melakukan kekerasan sebelum Zidan mengalami Lakalantas, segera mengakui perbuatannya.

“Kami punya saksi-saksi yang bisa menguatkan kejadian itu. Karena itu, kami minta pelaku yang melakukan pelemparan terhadap anak kami, secara gentle mengakui perbuatannya, sehingga proses hukum bisa berjalan dan kami dari keluarga mendapatkan keadilan,” katanya. (*)

Pembaca yang budiman, terima kasih sudah berkunjung.

Kami juga hadir di facebook kliksangatta dan twitter @kliksangatta.

 Selamat beraktivitas

Reporter : Sukriadi/Ardhan Ahmad    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0