23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Menjaga Spirit Olahraga: Merangkul Masa Depan Pemuda Perbatasan


Menjaga Spirit Olahraga: Merangkul Masa Depan Pemuda Perbatasan
dr. H. Khairul, M.Kes, Sekda Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Beberapa bulan terakhir ini, saya mendapat undangan mengikuti event-event olahraga, sebagai pelaksana atau undangan. Di antaranya, kegiatan: KARI Futsall Competetion antar-group Putra dan Putri dari SMA/SMK (juga beberapa group dari Sekolah Tinggi) se-Kota Tarakan; Pelantikan Pengurus Formi (Federasi Olahraga dan Rekreasi Masyarakat Indonesia) Kota Tarakan, dan; Kejuaraan Taekwondo Open Tournament antar-klub (dojo) Tingkat Junior dan Pra-Junior se-Kota Tarakan (diikuti 12 dojang termasuk beberapa dojang asal Nunukan) tanggal 3 April 2016.

Sebelumnya, Kota Tarakan sebagai tuan rumah juga berhasil menyukseskan kegiatan Pra-PON untuk Cabang Olahraga Tenis pada tanggal 23-28 Agustus 2015 yang diikuti tak kurang dari 400-an orang peserta (termasuk juri dan officer coach) dari beberapa provinsi yang mewakili. Bedanya, di kesempatan itu saya bukan sebagai undangan tetapi Ketua Panitia Penyelenggara.

Dari beberapa event ini, suatu pikiran yang lama mengendap kembali menyeruak: sejatinya, potensi besar sumber daya olahraga di kota ini (masih) cukup memenuhi syarat untuk lebih dari sekedar ditumbuh-kembangkan, tetapi dimajukan sebagai salah satu sektor strategis untuk meningkatkan kualitas SDM Kota Tarakan secara terpadu, terintegrasi dan berkelanjutan.

***

Membincang olahraga memang selalu hidup. Pertama, karena olahraga identik dengan panggung ekspresi kaum muda (tidak hanya dalam pengertian usia dan fisik tetapi juga dalam pengertian hobby dan spirit) yang karenanya selalu menjadi magnet bagi seluruh elemen masyarakat, apalagi yang mencintainya.

Olahraga merupakan perpaduan antara semangat, motivasi, energi, keterampilan dan pengetahuan yang diartikulasikan beragam konstituen olahraga (atlet, pelatih, suporter, termasuk sponsor) yang tidak mengenal kategori-kategori primordial, dimana kecenderungan berpikir-bertindak kolektif (ego nasionalisme) menemukan bentuknya.

Selain itu, sebagai tujuan, olahraga memberikan kesempatan dan peluang yang besar bagi harapan, cita-cita dan masa depan.

Kedua, olahraga tidak hanya menjadi faktor determinan utama bagi kesehatan fisik tetapi juga bagi kesehatan sosial. Tak sedikit generasi muda yang salah ruang dalam mentransformasikan “kelebihan energi” sehingga terjebak pada aktivitas dan perilaku menyimpang dimana masa depan digadaikan. Penyalahgunaan NAPZA, pergaulan bebas, dan tindak kekerasan hanyalah sebagian dari akibatnya.

Dalam hal ini, olahraga merupakan ruang yang tepat untuk mentransformasikan kelebihan energi itu yang membentengi generasi muda dari berbagai perilaku dan tindakan yang tidak seharusnya. Selain itu, nilai-nilai sportifitas tidak hanya tentang kompetisi tetapi juga tentang solidaritas, persahabatan dan relasi yang dengannya generasi muda kita memperluas jejaring pergaulan sebagai modal sosial untuk kehidupan sosial yang sehat.

Halaman selanjutnya>>>



Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0