23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Safari Ramadhan Muara Wahau, Ismunandar Ingatkan Bahaya Narkoba


Safari Ramadhan Muara Wahau, Ismunandar Ingatkan Bahaya Narkoba
Ismunandar saat Safari Ramadhan di Muara Wahau (Humas Pemkab Kutim/Fuji)

Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Ismunandar dan Kasmidi Bulang melakukan Safari Ramadhan di Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, Kamis, 16 Juni 2016.

Tiba di Masjid Al Falah, Desa Wanasari, Ismu-KB dan rombongan disambut warga yang antusias untuk Shalat Dhuhur berjamaah.

Usai Shalat, rombongan disuguhkan alunan lagu muslim dari kelompok ibu majelis taklim, sebagai pembuka seremoni Safari Ramadhan.

Mengawali sambutan, Ismunandar menyampaikan bahwa kunjungan kerja Safari Ramadhan bertujuan meningkatkan tali silaturahmi antara Pemerintah dengan masyarakat Kutim secara umum, khusunya warga Muara Wahau.

"Sudah menjadi harapan kita semua, dengan amanah yang diberi, menjadi tanggung jawab kami untuk menjadikan masyarakat Kutim lebih sejahtera," kata Ismu.

Dia melihat Muara Wahau sudah lebih maju dibanding era tahun 1990an. Karena sudah telah berkembang menjadi kota, kebutuhan dasar seperti air bersih dan listrik, juga ikut meningkat.

Karena itu, dia berjanji melalui sejumlah kebijakan anggaran dan program pembangunan, kebutuhan dasar dimaksud akan dipenuhi secara bertahap.

Namun demikian, perkembangan daerah yang pesat juga menjadi masalah tersendiri, khususnya pada persoalan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Ismu meminta agar orangtua bisa lebih memberikan waktu, perhatian dan kasih sayang kepada anak-anaknya. Sehingga tidak terjerumus pada pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.

"Habis Magrib mulai pukul 19.00 sampai 21.00 wita orang tua wajib menjaga anak di rumah. Untuk mengerjakan sesuatu yang positif seperti belajar atau mengaji. Sehingga tidak terjerumus pada narkoba," ujar Ismu

Dengan begitu, ke depan generasi muda di Muara Wahau Bisa menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan dapat menjadi calon pemimpin yang handal.

Keprihatinan terhadap degradasi moral, mental, dan spiritual generasi muda itu juga yang melatarbelakangi Bupati tidak mengeluarkan izin perdagangan minuman keras (miras) atau beralkohol. Karena miras menurut Ismu juga menjadi satu pemicu berbagai tindak kriminal. (*)

Reporter : Humas Pemkab Kutim    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0