18 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

RS Meloy Memasuki Era Generasi Kedua, Momentum Tingkatkan Pelayanan


RS Meloy Memasuki Era Generasi Kedua, Momentum Tingkatkan Pelayanan
RS Meloy tingkatkan pelayanan kesehatan seiring perpanjangan ijin operasional yang ditandatangani oleh Bupati Kutim Ismunandar. (KLIKSANGATTA/ARDAN)

KLIKSANGATTA.COM – Setelah melakukan proses perpanjangan kurang lebih satu tahun lamanya, yang dinantikan Rumah Sakit (RS) Meloy pun tercapai yakni Surat Ijin Operasional dan langsung ditandatangani Bupati Kutai Timur (Kutim), Ismunandar.

Ijin operasional generasi kedua ini mulai berlaku tahun 2016 sampai tahun 2021. Disebut generasi kedua karena ijin operasional pertama berlaku mulai tahun 2009 sampai dengan 2015 sejak diubahnya status dari klinik menjadi rumah sakit.

Surat ijin Operasional dengan Nomor 440/K.350/2016 tersebut dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim pada bulan Mei 2016 lalu, disertai perjuangan yang terbilang panjang. Pasalnya, pengurusan ijin baru ini diajukan saat kepemimpinan Bupati Isran Noor dan baru dikeluaran di masa Bupati Ismunandar.

Manager Operasional RS Maloy Haryudi, SE mengatakan, adanya ijin yang baru ini akan direspon dengan peningkatan pelayanan bagi masyarakat.

"Bersama ijin operasional generasi kedua ini, kami akan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas," ungkap Haryudi kepada kliksangatta.com, Kamis 11 Agustus 2016.

/images/img_galeri/26Haryudi MANAGER OPERASIONAL RS MELOY.jpeg

Haryudi menambahkan, RS Meloy saat ini dalam proses persiapan akreditasi RS, dimana pelayanan RS harus mengikuti standar-standar pelayanan rumah sakit internasional.

"Rumah Sakit Maloy kini dalam proses akreditas. Tujuannya agar pelayanan rumah sakit sesuai dengan standar-standar rumah sakit sesuai dengan kelas atau tipenya. Namun kami berkomitmen akan terus melakukan peningkatan pelayanan agar menjadi rumah sakit yang diharapkan pemerintah dan masyarakat," imbuhnya.

Selain peran pelayanan kesehatan, lanjut Haryudi, RS Meloy juga bergerak dengan tetap memperhatikan kelangsungan lingkungan di sekitarnya. Seperti dengan memastikan proses pengolahan hingga pembuangan limbah rumah sakit sesuai dengan aturan main.

Hal itu berkenaan dengan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pelayanan kesehatan hingga memastikan pengolahaan limbah memenuhi standar yang ditentukan sebagai bagian dari Ijin Operasional yang baru saja diterbitkan.

“Kami bekerja sama dengan perusahaan pengolahan limbah di Samarinda. Mulai dari penampungan, pengolahan, pengangkutan hingga akhirnya pemusnahan limbah dilakukan di Samarinda yang dilakukan dalam pengawasan Badan Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Ia bersama jajaran staf Rumah Sakit Meloy berharap, dapat terus meningkatkan dan menjaga mutu pelayanan masyarakat khususnya di Sangatta. Baik itu dari segi penanganan pasien, kenyamanan serta kebersihan RS Meloy. (*)

Reporter : Ahmad Ardan    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0