20 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Krisis Keuangan, Pemkab Kutim Utang Rp 800 Miliar ke BRI


Krisis Keuangan, Pemkab Kutim Utang Rp 800 Miliar ke BRI
Sekda Kutim, Irawansyah (Kliksangatta/Imran R Sahara)

KLIKSANGATTA.COM - Pemkab Kutim memastikan akan mengajukan pinjaman sebesar Rp 800 miliar. Pinjaman yang rencana akan diajukan ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mengatasi defisit anggaran tahun 2016.

Disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kutim, Irawansyah, saat coffee morning, di Kantor Bupati Kutim, Sangatta Utara, Senin, 26 September 2016.

Irawansyah yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), menjelaskan, opsi pinjaman, menjadi salah satu strategi Pemkab Kutim di tengah krisis keuangan akibat defisit anggaran, yang diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Pemkab Kutim kata Irawansyah, terpaksa berutang untuk membayar kegiatan proyek yang sudah diselesaikan oleh pihak ketiga.

“Rencananya, dana pinjaman itu akan kita gunakan untuk membayar kegiatan proyek dimulai September sampai Desember tahun ini,” kata Irawansyah.

Klik juga: Belajar dari Defisit, Kasmidi Genjot PAD dan Dana CSR

Lantas bagaimana mekanisme pengembalian utang? Irawansyah mengatakan, Pemkab Kutim telah memikirkan secara rinci soal pengembalian pinjaman. Ia mengungkapkan, utang sebesar Rp 800 miliar tersebut akan dibayar di tahun 2017.

“Kami akan masukkan pengembalian pinjaman sebesar Rp 800 miliar dalam APBD 2017. Sehingga, setelah disahkan, kita sudah bisa melakukan pembayaran utang,” ujarnya. (*)

IMRAN R SAHARA

 

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0