24 Mei 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tembus 5.000 Orang, Kutim Pecahkan Rekor MURI Bakar Jagung Terbanyak di Indonesia


Tembus 5.000 Orang, Kutim Pecahkan Rekor MURI Bakar Jagung Terbanyak di Indonesia
Pemecahan Rekor MURI Bakar Jagung Terbanyak di Indonesia (Kliksangatta/Imran R Sahara)

KLIKSANGATTA.COM - Kutai Timur memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pembakaran jagung terbanyak di Indonesia, dengan peserta mencapai 5.000 orang.

Pemecahan rekor MURI bakar jagung terbanyak itu, digelar di kawasan Folder Ilham Maulana, Pasar Induk Sangatta, Rabu, 12 Oktober 2016, tepat di hari Ulang Tahun Kutim yang ke-17 tahun.

“Dengan nomor piagam 7365, piagam ini dianugerahkan untuk pemrakarsa pembakar jagung terbanyak di Indonesia, dengan jumlah 5.000 orang,” ujar Eksekutif Manager, Sri Widiyawati.

Piagam Penghargaan MURI diberikan kepada tiga pemrakarsa, diantaranya, Bupati Kutim, Ismunandar, Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, dan Ketua Panita Pelaksana, Mugeni.

Sebelum pemecahan rekor MURI, ribuan warga Kutim memang memadati kawasan Folder Ilham Maulana. Mereka tumplek membakar jagung, lalu menyantap komoditas pangan lokal itu dengan lahap. Dimulai sekitar pukul 10.00 wita, warga memadati kawasan Folder Ilham Maulana yang mulai penuh sesak.

Klik juga: Video Pemecahan Rekor MURI Bakar Jagung di Kutai Timur

Ketua Panitia Pelaksana, Mugeni, mengatakan, bakar jagung bersama warga itu, dihelat dalam rangka HUT Kutim ke-17. Selain mengangkat potensi pangan lokal, bakar jagung bersama 5.000 warga itu, menjadi ajang membangun kebersamaan warga dengan para pemimpin.

“Karena sudah menjadi komitmen bapak Bupati dan Wakil Bupati, yang selalu ingin dekat dengan rakyat, Sekaligus, momen ini kita manfaatkan untuk terus mendorong produksi pangan lokal, sebagaimana visi agribisnis dan agroindustri Kutim. Alhamdulillah, kegiatan ini juga ternyata mencetak rekor MURI, sebuah capaian yang bisa menjadi ajang promosi daerah Kutai Timur,” katanya. (*)

IMRAN R SAHARA

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0