24 Mei 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

TK2D Muara Wahau Diduga Jual Gadis 14 Tahun sebagai Pekerja Seks


TK2D Muara Wahau Diduga Jual Gadis 14 Tahun sebagai Pekerja Seks
Ilustrasi Trafficking

KLIKSANGATTA.COM - Polres Kutai Timur (Kutim) melaui Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) menetapkan warga berinisial SO sebagai tersangka kasus trafficking terhadap Melati (bukan nama sebetulnya), gadis yang masih berusia 14 tahun.

Tersangka SO merupakan salah satu Tenaga Kerja Kontraktor Daerah (TK2D) di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Selain SO pihak Kepolisian juga menetapkan tersangka berinisial BO yang menjadi pengguna jasa korban Melati. 

Kapolres Kutai Timur AKBP Rino Eko, melaui Kasat Reskrim AKP Andika Darma Sena menuturkan, pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka dari kasus adanya penjualan gadis dibawah umur itu. 

“Sementara ini baru 2 tersangka yang kami tetapkan, SO sebagai penjual korban dan BO sebagai pemakai korban,” ungkap Sena, Selasa 25 Oktober 2016.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan kehilangan orang tua korban Melati pada, 13 Oktober 2016. Sebelum menghilang, Melati mengingap di rumah neneknya di Desa Long Noran Kecamatan Telen.

Setelah melakukan pencarian, Melati ditemukan bersama teman lelakinya di salah satu rumah kontrakan di Kota Samarinda.

Saat ditemukan, Melati mengaku kabur dari rumah neneknya karena menghindar dari lelaki hidung belang yang ingin menikmati tubuhnya. Selain itu, Melati mengaku sudah ditawarkan sebagai pemuas nafsu oleh SO.

Selain itu, Melati mengaku pernah dijual sebagai pekerja seks untuk melayani nafsu bejat tersangka BO yang dikenalnya dari tersangka SO.

Dari hasil penjualanya itu, Melati mengaku diberikan uang senilai Rp 1 juta, sedangkan SO sebagai mucikari menerima Rp 1.200.000.

“Dari keterangan korban dia baru pertama dijual, dari hasil penjualan SO menerima uang dari BO senilai Rp 2.200.000, Rp 1 juta buat korban, Rp 1.200.000, buat SO,“ tutur sena.

Dalam kasus ini, tersangka BO dikenakan pasal 76D dan 76E, Undang-Undang perlindungan anak, karena telah melakukan persetubuhan kepada anak dibawah umur.

Sedangkan untuk tersangka SO sebagai mucikari dikenakan pasal 76F dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara. (*)

ARDHAN AHMAD

Reporter : Ardhan Ahmad    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0