18 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

DPMD Kutim Canangkan Sekerat sebagai Desa Mandiri


DPMD Kutim Canangkan Sekerat sebagai Desa Mandiri

Desa Sekerat di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, kedatangan rombongan tamu dari Dinas Pemeberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Timur. Ikut dalam rombongan, officer PT. KPC dan LSM Prima. Para tamu diterima di aula pertemuan desa di mana sudah berkumpul warga desa, tokoh masyarakat, aparat desa dan pihak terkait lainnya seperti tenaga pendidik dan tenaga medis yang ada di Desa Sekerat. Pertemuan itu berlangsung Rabu, 11 Januari 2016 kemarin, dalam rangka sosialisasi pencanangan Desa Sekerat sebagai desa mandiri.

Sosialisasi pencanangan Desa Sekerat sebagai desa mandiri merupakan program kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (dahulu Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, Red.) Kutai Timur bekerjasama dengan PT. KPC dan LSM Prima sebagai pendamping desa.

Dalam sambutannya, Armadin selaku Kepala Desa Sekerat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengajak setiap peserta dapat berpartisipasi aktif dan memberikan gambaran desa.

“Warga desa bisa memberikan data-data yang benar sehingga kelebihan dan kekurangan yang Desa Sekerat miliki bisa terpetakan dengan akurat," ujarnya.

Perwakilan DPMP Kutim, Muh. Nurcholis, dalam sambutannya mengatakan sepatutnya pedesaan menuju kemandirian dan sudah tidak tergantung kepada eksplorasi pertambangan yang merupakan kekayaan tidak bisa diperbaharui.

Ia menuturkan, desa kini memiliki sumber anggaran tergolong besar. Program kerja Bupati-Wabup Kutim perihal saluran dana Rp 2 sampai 5 miliar untuk pembangunan desa adalah hal yang sangat menjanjikan.

“Desa tidak hanya memiliki ADD dalam jumlah besar tetapi juga memiliki peluang yang sangat besar untuk membangun desa sehingga harus bijaksana dalam memusyawarahkan hal-hal yang merupakan kebutuhan prioritas," lanjut Muh. Nurcholis.

Desa Sekerat yang berada di wilayah ring PT. KPC termasuk salah satu desa dalam Kecamatan Bengalon yang akan diuji dengan indikator-indikator dalam instrumen pendataan untuk pengukuran tingkat kemandirian desa di kabupaten Kutai Timur.

Indikator penilaian mencakup pengorganisasian pemerintah desa yang terdiri dari; pengorganisasian Badan Permusyawaratan Desa, prasarana dan sarana pemerintahan desa, pengaturan (regulasi desa), pengelolaan keuangan desa, pengelolaan kekayaan milik desa, pengelolaan administrasi desa serta pelaksanaan pembangunan desa yang terdiri atas perencanaan dan pelayanan desa.

Hasil pendataan ini kemudian diolah oleh LSM Prima dan hasilnya akan menginformasikan terletak di kategori mana desa tersebut berada. "Ada tiga kategori desa mandiri berdasarkan hasil olah data instrumen, yaitu desa pra mandiri, mandiri mula, dan mandiri prima,” ungkap Yunie, anggota LSM Prima yang merupakan lulusan sekolah tinggi pemberdayaan masyarakat di Yogyakarta.

Keikutsertaan LSM Prima yang berkantor di S-21 KPC Building Swarga Bara ini sebagai pendamping desa dalam kegiatan pembangunan desa. LSM Prima sebagai mitra PT. KPC membantu mendampingi desa dengan tetap berkoordinasi dengan tim lapangan pihak PT. KPC.

Tugas mereka adalah mendampingi desa yang intinya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yg dimiliki desa sehingga pengetahuan tersebut diharapkan bisa menjadi bahan koreksi desa dalam mengambil kebijakan prioritas yg diutamakan. Setelah hasil penilaian keluar kemudian akan disosialisasikan kembali kepada desa guna menentukan prioritas pelaksanaan pembangunan desa.

"Dengan adanya pengumpulan data seperti ini diharapkan pendamping desa dan pihak desa bisa bener-benar melihat kondisi real desa kebutuhannya apa sehingga penanganannya pun bisa pas", pungkas Yunie mengakhiri penjelasannya. (*)

Citizen Journalism oleh Rasyuni, M.Pd

Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0