16 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kliksangatta Ikut Gerakan Jurnalis Kaltim Anti Hoax


Kliksangatta Ikut Gerakan Jurnalis Kaltim Anti Hoax
Deklarasi Gerakan Jurnalis Anti Hoax Kalimantan Timur

KLIKSANGATTA.COM - Jurnalis Kalimantan Timur membangun Gerakan Jurnalis Anti Hoax usai dialog media bertema “Cerdas Tanpa Hoax” di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kalimantan Timur, Rabu, 18 Oktober 2016.

Dialog yang diselenggarakan Jurnalis Centre Kaltim itu, dimulai dengan pengantar H. Ahmad, mewakili Diskominfo Kaltim. Dia menuturkan, berita hoax yang kian meresahkan masyarakat Indonesia, juga menular ke Kaltim. Sehingga, Achmad mengapresiasi kegiatan jurnalis yang terfokus mencari solusi menangkal serta melawan berita hoax.

Selain jurnalis media cetak, TV dan online, dialog juga menghadirkan dua ahli pers Kaltim, Benny Prasetyo, dan Charles Siahaan. Hadir pula, Komisi Informasi (KI) Kaltim, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim, dan Kepala Bagian Kehumasan Pemprov Kaltim, Hendro Prasetyo.

Dengan penataan ruang berbentuk huruf U, seluruh peserta dialog saling berhadapan dan memberikan pendapat tentang hoax dan strategi menangkal penyebaran berita hoax melalui media sosial.

Muhammad Khaidir, dari KI Kaltim, secara gamblang menyebut, Indonesia sudah memiliki regulasi yang lengkap untuk melawan hoax. 

“Untuk kasus berita hoax yang disebar melalui media elektronik, jelas acuannya adalah Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Eleketronik atau ITE. Dalam kasus media berbadan hukum pers, dasar penegakan hukum mengacu pada Undang-Undang Pers serta regulasi lain yang diatur oleh dewan pers,” ujarnya.

Kendati punya regulasi komplit, Khaidir menilai implementasi penegakan hukum tersebut, masih rendah.

Sementara itu, Intoniswan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, yang mengulas panjang lebar tentang hoax berdasarkan pengalamannya sebagai jurnalis, mengatakan, pers juga bisa terserempet dalam berita hoax, karena ingin mencari sensasi. Karena itu, dia mengingatkan awak media terus menjaga rambu kode etik jurnalistik dalam peliputan dan penulisan berita.

Setelah mendengar beragam pendapat peserta diskusi, Akbar Ciptanto, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Kaltim, memberikan usulan konkret untuk membangun gerakan menangkal hoax di Kaltim. “Kita harus memberikan sikap yang tegas untuk menangkal hoax,” ujarnya.

Usulan Akbar diwujudkan dengan kesepakatan membangun Gerakan Jurnalis Anti Hoax Kaltim, sebagai pelopor menangkal hoax dengan serangkaian program edukasi.

Charles Siahaan, yang ditunjuk sebagai koordinator gerakan, mengatakan, hoax harus dilawan dengan menjaga kode etik jurnalis media online, serta mencerdaskan pembaca khususnya netizen, untuk bisa mendeteksi informasi yang identik memproduksi berita hoax. “Ini harus dilawan, karena lapak kita sedang diserang,” ujar Charles.

General Manager Kliksangatta, Nasiruddin, yang terlibat dalam gerakan tersebut, menuturkan, tingginya pengguna internet dan media sosial yang belum teredukasi dengan baik, menyuburkan penyebaran hoax.

“Bagi kami yang bekerja sesuai kode etik jurnalistik, dengan landasan Undang-Undang Pers serta aturan dewan pers, berita hoax harus dilawan dengan memproduksi  berita yang berimbang, obyektif, dan sesuai kaidah jurnalistik,” ujarnya. (*)

Reporter : Basir S Kel    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0