20 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Terancam Buaya, Warga Sekitar Danau Majai Minta Tindakan Tanggap Pemerintah


Terancam Buaya, Warga Sekitar Danau Majai Minta Tindakan Tanggap Pemerintah
Foto kiri: Penampakan buaya dewasa berkeliaran di rawa-rawa danau sekitar Gang Majai, Desa Sangatta Utara. (Kanan) Hilarius, warga yang bermukim di sekitar danau Majai, (KLIKSANGATTA/ANDI)

KLIKSANGATTA.COM – Warga yang bermukim di sekitar danau Gang Majai RT 44, Desa Sangata Utara, meminta pemerintah kabupaten Kutai Timur cepat bertindak atas ancaman predator buaya di kawasan mereka.

Sebagian besar warga di wilayah setempat kian ketakutan untuk beraktivitas sehari-hari akibat hewan buas ini.

Dedi dan Hilarius misalnya, warga Gang Majai yang mengungkapkan keserahannya akibat sering kali mendapati beberapa ekor buaya dewasa berkeliaran di sekitar rumah.

Hilarius mengatakan dirinya pernah mencoba untuk melaporkan hal tersebut ke pihak Desa Sangatta Utara, namun sampai saat ini belum ada tindakan lebih lanjut.

"Saya pernah laporkan masalah ini ke pihak desa. Pertama pada saat pertemuan tentang penutupan kandang ayam dan kedua saya sendiri yang langsung melaporkan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan,” ujarnya saat ditemui awak KlikSangatta, Kamis 19 Januari 2017.

Karena semakin meresahkan, warga sekitar meminta pemerintah dan pihak terkait untuk cepat turun atau paling tidak melihat kondisi di lapangan. Tindakan ini, menurut keduanya, sangat diperlukan sebelum pemangsa prasejarah itu memakan korban manusia.

"Kalau semakin lama dibiarkan ketakutan kami bisa saja akan terjadi. Kalau hewan ternak mungkin kami biasa saja, bagaimana kalau anak-anak kami yang menjadi korban nantinya," timpal Lukman, seorang warga sekitar danau lainnya.

Buaya di danau yang disebut warga setempat sebagai danau Majai ini sudah menjadi pemandangan tersendiri di daerah itu. Jumlahnya pun diperkirakan puluhan ekor dan sering menampakkan diri di saat matahari tengah terik-teriknya.

KLIK juga: Anjing Dirantai pun Disambar Buaya di Gang Majay

Lukman beranggapan, danau itu menjadi habitat buaya karena seringnya melihat buaya berkeliaran meskipun ada kehadiran manusia di sekitarnya.

"Terkadang ada di bawah rumah, terus di depan rumah, sampai di jalan yang sering dilalui warga. Kalau sudah begini berarti ancaman itu seperti terus menghantui kami yang berada di sekitar danau ini," katanya.

Untuk itu, kembali ia meminta agar pemerintah dan pihak terkait cepat memberikan solusi guna meredam konflik buaya dan manusia agar tercipta rasa aman.

"Apa yang harus kami lakukan untuk membuat hati kami tenang dan tidak ketakutan lagi? Setiap hari kami melihat buaya itu seolah-olah sedang memilih salah satu dari kami untuk dijadikan santapan berikutnya, terlebih lagi pas malam hari dan saat banjir datang," katanya. (*)

Reporter : Andi Marta    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0