18 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kejari Sangatta Musnahkan Barang Bukti Narkoba dan Senjata Tajam


Kejari Sangatta Musnahkan Barang Bukti Narkoba dan Senjata Tajam

KLIKSANGATTA.COM - Kegiatan pemusnahan barang bukti merupakan perintah undang - undang yang wajib dilaksnakan oleh jaksa penuntut umum berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan amar putusan terhadap barang bukti tersebut dirampas dan dimusnahkan.

Pemusnahan Barang bukti  tersebut digelar di depan kantor Kejaksaan Negeri kabupaten Kutai Timur,  Kamis, 16 Februari 2017 sekira pukul 09.00 Wita. Disaksikan FKPD, BNK, Kemenag, Karang Taruna, Pemuda Pancasila, Kasat Pol PP, Kadis Pendidikan, Wakil Ketua Pengadilan, dan sekertaris daerah.

Selain itu, hadir diataranya Bupati Kutim, wakil bupati, kepala BNK Kutim, Kepala Kajari, Kapolres, Dandim, Danlanal, dan DPRD.

Adapun pemusnahan barang bukti narkotika dan obat keras dilakukan dengan cara dihancurkan,diblender kemudian dibuang ke septic tank.

“Berdasarkan data perkara yang masuk dan ditangani oleh pengadilan negeri sangatta tahun 2015-2016, perkara narkotika dan obat keras mendominasi diatas 50 persen dari total perkara yang masuk,” ujar Kepala Kajari, Mulyadi, SH.

Selanjutnya barang bukti handpone dan minuman keras dihancurkan dengan cara dilindas sampai hancur dengan alat berat jenis  Sakai SV 512 D. Barang bukti tersebut seperti handpone adalah alat sarana yang digunakan para tersangka.

Selain itu adapula senjata api dan senjata tajam yang dihancurkan dengan dipotong -potong kemudian potongan tersebut dibuang ke laut, dimana senjata tajam merupakan hasil tindak pidana yang didominasi antara lain, perampokan, pembunuhan, dan penganiayaan.  Sedangkan senjata api dan peluru diserahkan kepihak kepolisian resort kutai timur.

Sementara barang bukti lainnya yang berbentuk kertas, kain, dan lain - lain dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar. Tindak pidana tersebut antaralain perjudian, narkotika, penipuan. (*)

Reporter : Sukriadi    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0