20 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Roma Malau Tertantang Memajukan Dunia Pendidikan Kutai Timur


Roma Malau Tertantang Memajukan Dunia Pendidikan Kutai Timur
Dr Roma Malau, SE, MM

KLIKSANGATTA.COM - Ramah, enerjik dan penuh semangat. Begitu kesan pertama saat bertemu dengan Dr. Roma Malau, SE, MM. Perempuan yang menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim) ini sudah sejak Januari 2017 kembali berperan aktif memajukan dunia pendidikan.

Wanita kelahiran Medan, 25 Desember 1965 ini, sebenarnya sudah tak asing di jagad pendidikan. Roma sebelumnya adalah dosen di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Jawa Timur, sebelum mengawali karir sebagai Kepala Sub Bagian Pengembangan Mutu Tenaga Pendidik di Disdik Kutim tahun 2004.

"Dulu saya di sini, kita programkan pendidikan S1 bagi tenaga pendidik, sehingga guru-guru yang mengikituti pendidikan waktu itu bisa memiliki sertifikasi. Sekarang kita lanjutkan lagi untuk target 100 persen S1 tenaga pendidik, mudah-mudahan sedikit demi sedikit kita bisa mencapainya," ujar Roma, Rabu, 22 Februari 2017.

Gagasan dan inovasi pendidikan Roma terhenti setelah dimutasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutim pada tahun 2008 sebagai Kepala Bidang Kependudukan.

Empat tahun menjabat sebagai Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Kutim, Roma yang bergelar Doktor (S3) dari Universitas Mulawarman (Unmul) ini kemudian diangkat sebagai Sekretaris Disdukcapil Kutim pada tahun 2012.

Kurang lebih empat tahun mengabdi. Roma kembali ke Dinas Pendidikan dan menempati jabatan Sekretaris sejak pelantikan Januari 2017 lalu. Menurutnya, jabatan baru di Disdik membuatnya tertantang menjalani peran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kutai Timur.

"Gurunya semua harus qualified dengan siswa yang memiliki mental spiritual yang tinggi. Bagaimana mendidik dengan pendekatan secara periodik ," katanya.

Menurut dia, tiap perlakuan yang diberikan oleh guru dan orang tua baik secara fisik ataupun nonfisik bisa memberikan dampak bagi siswa. Untuk itu ia menyiapkan langkah dasar secara periodik dalam mendidik anak. 

“Karena tidak sedikit anak yang gagal, dengan pola dan cara pendidikan yang keliru. Termasuk cara menghindarkan anak dari perkara tidak bermanfaat dan bathil. Jika tidak, anak akan terbiasa dan menikmati perlakuan yang salah hingga dewasa kelak," tuturnya.

Tidak hanya program pendidikan S1 bagi tenaga pengajar, sejumlah pelatihan kompetensi bagi para guru juga dilakukan untuk memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pengajar dari berbagai segi.

Seperti mendorong Ikan Guru Indonesia (IGI) Kutim untuk membuat teroboson pelatihan guru dengan melibatkan perusahaan penerbit dan percetakan buku.

"Kemarin IGI saya sarankan untuk bekerja keras. Bagaimana membangun komunikasi dengan perusahaan perctakan-percetakan buku untuk melakukan kerjasama atau memberikan pelatihan pendidikan kepada tenaga pengajar kita, dan saat ini sudah ada beberapa guru yang akan mendapatkan pelatihan disana," ujar ibu dari tiga anak ini. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Basir Daud



Comments

comments


Komentar: 0