20 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Infrastruktur Masih Dominasi Usulan Musrenbangcam Muara Wahau


Infrastruktur Masih Dominasi Usulan Musrenbangcam Muara Wahau
Musrenbang di Kecamatan Muara Wahau (Irfan/Humas Pemkab Kutim)

KLIKSANGATTA.COM - Hari pertama pelaksanaan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) menyasar Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Di kawasan yang kaya dengan perkebunan sawit tersebut, mencuat program-program prioritas terutama dalam peningkatan infrastruktur. 

Kegiatan Musrenbang dipusatkan di area Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Camat Muara Wahau, Rabu, 22 Februari 2017. Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rupiansyah, mewakili Wakill Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang, membua Musrenbang.

Turut hadir Camat Muara Wahau Irang Ajang, Kabag Pemerintahan Setkab Kutim Alexander Siswanto, perwakilan anggota DPRD Kutim, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup (LH), dan deretan kepala desa (kades) di yang mendiami desa-desa di Muara Wahau seperti Desa Karya Bhakti, Long Wehea, Wahau Baru, Diaq Lay, Benhes, Dea Beq, Jak Luay, Wanasari, dan Nehas Leah Bing.

Dari sebagian usulan kades tentang daftar usulan prioritas pembangunan sarana pra sarana infrastruktur yang disampaikan, rata-rata meliputi pembangunan gedung PKK, pembangunan Kantor Koramil dan Polsek, pipanisasi air bersih PDAM, semenisasi, pengerasan jalan kebun, pemasangan jaringan PLN, hingga pembangunan drainase kiri kanan jalan desa. 

“Musrenbang ini menjadi awal perencaan program pembangunan desa-desa untuk Tahun 2018, khusus di Muara Wahau saya bisa berikan saran untuk seluruh kades yang hadir mempersiapkan Unit Pelaksana Tugas (UPT) membantu progress kerja berkesinambungan tepat sasaran, disiapkan kawasan khusus,” kata Rupiansyah.

Rupi, sapaan akrab Rupiansyah menambahkan kades bisa merencanakan dulu tempat atau lahan mendirikan Gedung UPT selanjutnya disiapkan program kerja.

Untuk prioritas persoalan jalan dan semenisasi menjadi akses baru untuk kebutuhan warga juga memang harus perlu dikawal penuh. Dia juga meminta agar permasalahan pipa PDAM di inventirisasi terlebih dahulu. Seperti jumlah data penduduk yang memerlukan air bersih dan data  lainnya.

Selanjutnya masalah belum masuknya daya listrik juga harus dipikirkan, sehingga tak menunggu. Untuk itu diperlukan komunikasi berkelanjutan dengan PLN.

Rupi mengatakan, Pemkab Kutim bisa membangun gardu listrik untuk mengalirkan daya ke desa-desa, namun terkendala persoalan aset. Pasalnya aset tersebut akan diaudit karena menggunakan dana hibah.

“Perlu keseriusan, contohnya saja di Bukit Pelangi sudah 16 tahun masih menggunakan genset, walaupun di jam tertentu sudah dialiri listrik PLN. Kembali lagi dengan dana Rp 2 Miliar hingga Rp 5 Miliar sudah diusulkan ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan sudah terdata semua. Saya mewakili Pemkab Kutim terus berkoordinasi dengan Kepala Bappeda,” katanya.

Sementara itu, Camat Muara Wahau Irang Ajang berharap usualan-usulan yang sudah mengemuka di Musrenbang ini sesuai dengan perencanaan menuju program fokus dan tuntas. Sesuai dengan apa yang di instruksikan oleh Bupati. 

“Koordinasi dan komunikasi sudah terjalin baik bekerja sama dengan kades. Sebelumnya sudah bertemu satu meja di Musrenbang Desa. Nah di Musrenbang Kecamatan ini saya laporkan hasil-hasil program prioritas ke Pemkab Kutim,” ujarnya. 

Irang mengutarakan, defisit anggaran tidak menyurutkan semangat mereka menyusun perencanaan pembangunan. Dia berharap semua itu jadi kekuatan bersama untuk meningkatkan infrastruktur di Muara Wahau. (hms13)

Reporter : Humas Pemkab Kutim    Editor : Basir Daud



Comments

comments


Komentar: 0