20 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Akhmadi Kecewa Sejumlah Pegawai Disdik Kutai Timur Menolak Mutasi


Akhmadi Kecewa Sejumlah Pegawai Disdik Kutai Timur Menolak Mutasi
Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur, Akhmadi Baharuddin (Kliksangatta/Imran R Sahara)

KLIKSANGATTA.COM - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim), Akhmadi Baharuddin, kecewa dengan sejumlah PNS dan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) yang mengeluh dan keberatan dengan rencana mutasi.

Kekecewaan ini disampaikan Akhmadi menyusul aksi protes yang dilakukan puluhan pegawai Disdik Kutim.

"Semua pegawai yang mengeluh karena dimutasi, sudah melanggar janjinya saat pengangkatan. Saat pertama kali menjadi pegawai, semua menyatakan sumpah jabatan siap ditempatkan dimana saja, tapi kenapa ada yang mengeluh dan tidak terima. Jagankan pegawai dan TK2D saya sendiri aja mengalami proses mutasi. Itu suatu konsekuensi yang logis menjadi pegawai pemerintahan," ujar Akhmadi, Kamis, 16 Maret 2017.

Menurut Akhmadi, rencana mutasi yang melibatkan PNS dan TK2D itu dilakukan sebagai bentuk penyegaran terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Semua pegawai yang rencananya dipindahkan ke kantor lain, akan berperan menciptakan suasana dan tantangan baru. Seharusnya para pegawai bisa menerima dan mampu beradaptasi di lingkungan instansi yang berbeda.

"Ini Dinas Pendidikan yang seharusnya mencerminkan orang-orang berpendikan, tidak etis lah melakukan aksi demo. Apalagi, rencana mutasi yang dilakukan juga secara prosudur sesuai dengan bakat dan keahliannya masing-masing. Kita butuh penyegaran sebelum kita melakukan pembenahan yang lebih baik di luar lingkungan instansi ini," katanya.

Sebelumnya, puluhan PNS dan TK2D di lingkungan Disdik Kutim melakukan aksi mogok kerja sejak Senin, 12 Marer 2017 lantaran tidak terima dan menganggap mutasi yang akan dilakukan tidak memperhitungkan beban kerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain itu, muncul kekhawatiran bagi mereka terkait dengan kinerja pelayanan pendidikan. Sebab, sebagian besar pegawai yang rakan d mutasi merupakan staf yang melayani pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).  (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Basir Daud



Comments

comments


Komentar: 0