19 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Sinta, Mahasiswi Unmul Samarinda Peraih The Best Female Magician


Sinta, Mahasiswi Unmul Samarinda Peraih The Best Female Magician
Sinta Ahanta

KLIKSANGATTA.COM - Kemampuan Mai Sinta Susanti dalam bermain sulap di depan khalayak ini, sebenarnya tak hanya ditempat lewat job dan order tampil di sejumlah event.

Sinta Ahanta --sapaan entertainmentnya-- atau Sinta mengaku, beberapakali mengikuti ajang sulap. Mei 2012 lalu misalnya, sebuah kompetisi tingkat Kalimantan Timur yang digelar di Samarinda, menempatkan Sinta sebagai juara favorit. "Aku pernah 4 bulan latihan sendiri. Tapi akhirnya teman-teman ada yang mau ngajarin," akunya, kepada Klik Samarinda.

Di ajang lain, ia juga pernah meraih predikat The Best Female Magician di Jogja Magic Award 2016. Namun, meraih gelar di kompetisi, ternyata membuat Sinta tak berpuas diri. Ia mulai menunjukkan eksistensinya ketika menjadi satu-satunya perwakilan dari Society Indo Magician (SIM) se-Kaltim yang berpusat di Jakarta.

Di lain sisi, apa yang dicapai kini, membuat Sinta bangga. Terlebih kini, ia telah dipercaya mengisi acara Saturday Magic Night di salahsatu hotel di Samarinda. 

"Dari semua perjalanan ini, aku merasa bangga. Aku punya bakat disitu. Mamaku bangga banget. Dari sekian tahun aku disulap, aku enggak pernah pulang bawa piala buat mama. Sekarang aku bangga banget. Aku pengen ini semua jalan terus, pengen lebih fokus," urainya.

Sulap sebenarnya bukan sekadar melakukan sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Di sana, ternyata, ada banyak aliran pertunjukan dalam sebuah atraksi. Mai Sinta Susanti menyatakan, di awal menggeluti bidang ini, ia memilih Mentalist.  

Ini merupakan aliran sulap yang berhubungan dengan kekuatan pikiran. Ia juga sempat mendalami Close-up, permainan sulap jarak dekat dengan penonton dan menggunakan meja.

Namun pada akhirnya, Sinta memilih aliran General."Bagi aku pilihan ini cukup menantang. Enggak mudah antara memainkan dengan sulap dan dipadukan dengan gaya tarian dan trik sulap. Apalagi kostum yang aku kenakan harus menarik," ucap penggemar Rizuki --pesulap yang dikenal lewat kompetisi The Master di salahsatu stasiun televisi swasta-- ini.  

Untuk mendukung beberapa trik sulap yang dimainkan, Sinta membutuhkan banyak peralatan. Baginya, alat-alat sulap itu terbilang mahal dan cukup menguras isi dompet. Karena itulah, ujar Sinta, pertunjukkan sulap harus dibayar mahal. "Paling mahal bisa sampai puluhan juta," ungkapnya.

Untuk alat-alat sulap yang digunakan saat ini, Sinta mengaku mendapatkannya dari menabung. Rupiah yang didapatkan dari hasil pentas, dikumpulkannya. "Dulu support orangtua sangat membantu penyediaan alat-alat sulap itu. Tapi setelah dapat banyak job, aku menabung sendiri. Kalau kurang ya ditambahi," tuturnya.

Disela aktivitas sampingan menjadi pesulap, Mai Sinta Susanti tetaplah seolah pelajar. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswi di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Sinta mengaku, Jurusan Ilmu Komunikasi yang ditempuhnya cukup mendukung penampilannya ketika perform. Dia merasa mempunyai masalah keberanian. Makanya, Sinta menyatakan, berkuliah di jurusan tersebut dapat membantu permasalahannya.

"Aku mau di kuliah di jurusan itu karena aku merasa komunikasiku masih kaku. Jadi, aku coba masuk disitu supaya komunikasiku terbantu. Ya, alhamdulillah, aku jadi lebih berani ke panggung," tutur alumni SMA Negeri 5 Samarinda ini.

Mahasiswi angkatan 2012 ini menegaskan kegemaran di dunia sulap sama sekali tidak mengganggu waktu kuliah. Sebab saat harus tampil, ia masih mendapatkan izin dari fakultas.

"Ganggu kuliah sih enggak. Lagi pula, fakultas dan teman-teman kampus sudah tahu kalau aku pesulap. Jadi kadang izin," ucap perempuan yang tinggal di Jalan Pramuka, Samarinda, ini.

Sulung dua bersaudara ini mengungkapkan keinginan untuk menyelesaikan kuliahnya. Namun di lain sisi ia juga sulit untuk meninggalkan passion di dunia sulap. Untuk itu, ia mngaku harus pandai-pandai membagi waktu antara dunia kuliah dan dunia sulap.

"Penginnya sih menyelesaikan kuliah dulu, biar orangtua bangga," terangnya.  

Ditanya soal cita-cita, Sinta mengaku akan terus mendalami dan terus belajar di bidang sulap. Pun, kedepannya, Sinta akan mencoba lebih eksis lagi di event-event besar.

“Setelah urusan pendidikan saya selesai, saya mau mencoba berkarir di ibukota. Dukungan dari teman-teman juga, karena aksesnya sulit jika hanya ada di Samarinda saja,” tegasnya.  

Sinta mengaku akan terus menjadi magician sampai hari tua nanti. Menurutnya, tidak ada hal yang akan mampu menghalangi gairahnya menggeluti sulap. “Sampai nanti punya anak, anaknya yang akan saya arahkan untuk jadi pesulap,” pungkasnya, tersenyum. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0