20 Agustus 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tercemar, Ribuan Liter Solar Milik KPC Tumpah ke Sungai Murung


Tercemar, Ribuan Liter Solar Milik KPC Tumpah ke Sungai Murung
Tampak tumpahan solar di Sungai Murung, Kabo, Desa Swarga Bara, tengah ditahan dengan material pipa untuk mencegah melebar, Senin (29/5/2017).

KLIKSANGATTA.COM - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) tumpah dan mencemari sejumlah anak sungai di Kabo. Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, peristiwa tumpahan solar yang berasal dari CPP yang berada di komplek Perkantoran PT KPC terjadi sekira, Jumat 27 Mei 2017 kemarin.

Dari pantauan KlikSangatta.com, aroma menyengat solar tercium di sepanjang aliran sungai dan danau yang terkena dampak tumpahan solar. Bahkan aroma tersebut tercium hingga radius 50 meter. Kolam sisi danau yang merupakan proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di kawasan G-House komplek perumahan PT KPC menjadi pusat penanganan luapan limbah solar tersebut saat dipantau, Senin siang 29 Mei 2017.

Sejumlah karyawan berupaya membersihkan genangan solar dengan menggunakan sejumlah alat, dari mesin pompa hingga balon udara yang menyerupai pipa dan mengapung di atas permukaan air guna menyangga agar solar tidak meluber. Truk dan tangki air berkapasitas 1.200 liter pun disiagakan untuk menampung tumpahan solar yang diperkirakan ada ribuan liter.

Tak banyak informasi yang didapat dari karyawan yang berada di lokasi tersebut. Kendati demikian, mereka mengaku sudah tiga hari mengerjakan penyedotan limbah solar.

"Tugas kami hanya melakukan penyedotan, untuk jelasnya silahkan tanyakan langsung ke KPC," kata salah seorang karyawan itu.

Tak hanya itu, Jembatan Poros Kabo, Desa Swarga Bara, yang dilintasi Sungai Murung juga terkena dampak tumpahan solar. Aroma solar pun juga terasa menyengat dengan genangan solar yang terlihat jelas pada permukaan air.

Namun, menurut Fahrul, warga RT 10 Jalan Poros Kabo Desa Swarga Bara, aroma solar sudah mulai berkurang. Jauh berbeda saat tiga hari lalu saat tajamnya bau solar mencapai perumahan Munthe.

"Kalau sekarang sudah tidak terlalu bau, kalau tiga hari lalu baunya sangat menyengat. Saya sampai jalan-jalan ke Munthe, disanakan ada aliran sungai yang masih terakses dengan sungai Murung, itu baunya sampai sana," katanya.

Iapun mengaku tidak tau dari mana asal muasal tumpahan solar tersebut. "Kita juga tidak tau dari mana asal solar itu kok bisa sampai ke sungai ini," ungkapnya.

Sementara itu, Spt. Corporate Communication PT KPC Yordhen Ampung menyebutkan pihak perusahaan masih mencari tahu sumber tumpahan solar untuk memastikan benar-tidaknya bahan bakar tersebut milik KPC atau bukan.

"Kami harus kumpulkan dulu informasi dari bidang-bidang yang menangani itu. Baru bisa memberikan keterangan yang lengkap," ujar Yordhen ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia juga menyebutkan, kiranya manajemen perusahaan telah berkoordinasi dengan instansi terkait pemerintahan seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutim untuk melakukan tinjauan ke lokasi. Sayangnya, ia kembali belum bisa memastikan jadwal pengecekan kendati masih harus menghimpun informasi dari internal perusahaan.

"Ya saya sudah pasti ada (koordinasi dengan DLH). Cuma itu, untuk waktunya masih perlu waktu mengumpulkan informasi dan data yang lengkap, jangan katanya-katanya," imbuh Yordhen. (*)

Reporter : Sukriadi    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0