20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Awang Faroek Promosikan Bontang dan Kutai Jadi Calon Ibukota Baru


Awang Faroek Promosikan Bontang dan Kutai Jadi Calon Ibukota Baru
Kota Bontang. (Int)

KLIKSANGATTA.COM – Meski masih merahasiakan tiga nama calon ibu kota baru, Presiden RI Joko Widodo merasa lebih baik menunggu kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tentang pemindahan ibu kota, termasuk skema pendanaannya.

Jokowi mengatakan, Kamis 13 Juli 2017, ada tiga provinsi yang santer disebut masuk dalam kajian wilayah ibukota baru yakni, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimatan Utara.

“Ada 3 (tiga) tempat memang, 3 (tiga) provinsi yang masuk dalam kajian itu. Apakah di sini, apakah di provinsi yang lain, tidak saya buka dulu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah di Balikpapan International Convention Center, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis, 13 Juli 2017.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan kajian yang dilakukan instansinya melputii aspek kerawanan bencana, ekonomi, sosial, politik hingga infrastruktur.

Dirahasiakannya lokasi calon ibu kota negara baru jika jadi dipindahkan itu, menurut Jokowi, tak terlepas dari upaya menahan langkah spelukasi lompatan harga tanah yang dapat mempersulit proses pembebasan lahan.

Wajar saja, pemerintah patut memperhitungkan biaya dalam memindahkan ibu kota sehingga tidak membebani anggaran negara begitu besar. Jokowi mengaku, butuh biaya sangat besar dalam pemindahan ibu kota negara ke tempat lain.

Dalam kunjungan pemerintah pusat itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menangkap peluang dan menyambut rencana pemindahan ibu kota dengan menawarkan sejumlah daerah yang dinilai cocok.

Selain Balikpapan, Awang menyebut Kota Bontang dan wiyalah Kutai memenuhi syarat karena memiliki lahan luas memadai.  “Ada di Balikpapan, Bontang, Kutai dan sebagainya,” singkatnya. (*)

Sumber: TEMPO.co

Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0