22 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tantangan dan Solusi Pengelolaan Karst Sangkulirang Mangkalihat


Tantangan dan Solusi Pengelolaan Karst Sangkulirang Mangkalihat

KLIKSANGATTA.COM - Karst Sangkulirang Mangkalihat terletak di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Timur. Luas kawasan karst di Kalimantan Timur mencapai 3.642.860 ha (terbesar di Pulau Kalimantan).

Luasan terbesar berupa hamparan karst yang terletak di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur dengan luasan mencapai 2.145.301 ha atau sekitar 59% dari luasan karst di Kalimantan Timur. 

Mengapa dikatakan karst karena kawasan tersebut memiliki karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama disebabkan oleh derajat pelarutan batuan-batuannya yang intensif (Ford dan Wiliams,1989).

Seperti halnya kawasan karst, lokasi dari Sangkulirang Mangkalihat ini  dikelilingi oleh dinding-dinding terjal, gua bawah tanah dengan ukiran alam eksotis, serta perbukitan hijau yang terlihat menawan. Keindahaan kawasan karst yang  berukuran raksasa ini membenteng dari Kabupaten Kutai Timur hingga ke Kabupaten Berau.

Lalu, apa saja pontensi kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat? Menurut hasil penelitian Karst Sangkulirang Mangkalihat menjadi titik awal kemunculan manusia purba yang ada di Indonesia.

Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya jejak manusia purba rumpun Austronesia yang berupa lukisan tangan, gambar perahu, dan lukisan berbagai jenis binatang yang tergambar jelas pada dinding-dinding gua dan konon telah ada sekitar 10.000 tahun SM. Disini juga ditemukan tulang, wadah yang terbuat dari tanah liat, serta alat-alat yang terbuat dari batu.

Karst identik dengan sungai bawah tanah, dan di Sangkulirang Mangkalihat  hulu dari 5 sungai utama di Berau dan Kutai Timur, yatu sungai Tabalar, Lesan, Pesab, Bengalon, dan Karangan. Fungsi 5 sungai itu sendiri merupakan salah satu sumber air bagi kehidupan bagi masyarakat setempat.

Potensi alamnya yaitu hutan kayu dan non kayu, batuan mineral, potensi wisata alam, serta sarang burung walet yang cukup menjanjikan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Keanekaragaman hayati yang ditawarkan kawasan karst ini juga sangat kaya karena tempat ini dihuni oleh hewan endemik seperti orangutandan beberapa fauna endemik lainnya.

Beragamnya flora seperti jamur mata sapi, anggrek hitam, anggrek kuping gajah, kantong semar, cemara gunung yang memiliki akar seperti pohon bakau, dan beragam jenis lumut. Banyak penduduk setempat menggantungkan hidupnya di kawasan Sangkulirang Mangkalihat.

Apa saja permasalahan yang terjadi di kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat? Kalimantan merupakan kota industri pertambangan yang mana masyarakat lebih memilih untuk melakukan penambangan sebab lebih menguntungkan dari aspek ekonomi; dibandingkan melakukan usaha yang memperhatikan aspek ekologi suatu kawasan, seperti ekowisata.

Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang ekosistem kawasan karst masih kurang. Selain itu, pengembangan ekowisata karst tidak dapat dilakukan secara maksimal, karena masih banyak wilayah dengan potensi wisata tapi belum terekspose sebab belum memiliki akses mudah menuju ke lokasi, sehingga perlu dilakukan inventarisasi daerah agar bisa dijadikan objek wisata dan dikembangkan melalui pemberdayaan masyarakat.

Permasalah lain yaitu terjadi tumpang tindih peraturan mengenai karst sebagai kawasan lindung dengan izin kehutanan untuk  pemanfaatan lahan. Pada PP No. 26 Tahun 2008 tentang RTRW menyatakan bahwa  kawasan bentang alam karst dan kawasan bentang alam gua adalah sebagai kawasan lindung geologi.

Sedangkan peraturan izin kehutanan secara bertolak belakang menyatakan bahwa lokasi yang sama mendapatkan ijin sebagai kawasan pemanfaatan, salah satunya untuk industri semen. Selain itu, juga terjadi tumpang tindih karst sebagai kawasan lindung dengan izin usaha pertambangan (IUP) dan banyak perusahaan sudah mendapatkan izin pertambangan dan mengancam bentang lahan karst Sangkulirang Mangkalihat.

Lalu dengan permasalahan yang terjadi apa ancaman yang terjadi di kawasan Sangkulirang Mangkalihat? Karst merupakan tempat hidup orang utan yang nyaman karena bentang lahan karst Sangkulirang Mangkalihat banyak ditumbuhi oleh pepohoan tropis yang cocok dengan cara hidup orang utan yang arboreal, orang utan berjasa dalam penyebaran biji-bijian sehingga hutan akan selalu diremajakan dan menjadi optimal fungsinya. 

Orang utan mengalami disturbance akibat pertambangan, pembagunan jalan dan alih fungsi lahan pertanian dan akibatnya terjadinya fragmentasi habitat yang akan mempengaruhi pergerakkan orang utan dalam mencari makan dan perilaku kawin, jika orang utan tidak mampu beradaptasi akibatnya kemelimpahannya berkurang dan berujung pada kepunahan.

Terkadang manusia lupa tentang keberdaan orang utan yang termasuk dalam binatang yang dilindungi dan seolah-olah jika ada kegiatan pertambangan orang utan tidak terkena dampak.

Bagaimana solusinya? Pertama, meminimalisasi terbentuknya fragmentasi habitat melalui perencanaan ketataruangan, pemanfaatan hutan yang sesuai kaidah pembangunan yang berkelanjutan dan penegakan hukum pada pelanggaran yang berlangsung. 

Kedua, kawasan yang sudah terlanjur terfragmentasi, jika memungkinkan pemulihan kawasan penting dilakukan. Namun jika tidak, salah satu solusinya adalah dengan menghubungkan fragmen-fragmen tersebut melalui koridor.  

Seperti, penghubung sebidang tanah dengan hutan sekitarnya, penghubung yang memungkinkan terjadinya pergerakan antara daerah di sebuah kawasan, atau penghubung sebuah wilayah dengan habitat di sekitar lanskap. 

Ketiga, perlunya diadakan kegiatan penyadaran masyarakat dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan seminar, lokakarya dan kegiatan yang melibatkan masyarakat sehingga masyarakat mampu menjaga ekosistem karst dan menjadi nilai penting bagi masyarakat bahwa kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat memiliki nilai warisan budaya dan kawasan lindung hidrologi.

Oleh: Rina NuryasariKompasiana

 

Reporter :     Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0