15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nikmati akhir Pekan Dengan Indahnya Pantai Panrita Lopi di Kukar


Nikmati akhir Pekan Dengan Indahnya Pantai Panrita Lopi di Kukar
Keindahan dasar laut di Pantai Panritalopy Desa Pangempang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

KLIKSANGATTA.COM – Berlibur bersama keluarga atau teman-teman, suasana pantai mungkin bisa menjadi salah satu pilihan memanjakan diri dari penatnya aktivitas rutinitas. Akhir pekan, adalah waktu yang tepat.

Pantai Panrita Lopi letaknya tak jauh dari pusat Kota Samarinda. Dengan menempuh waktu perjalanan sekitar satu jam mengunakan kendaraan menuju dermaga umum Desa Pangempang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

Tiba di lokasi dermaga, Klikers tak perlu khawatir dengan keamanan kendaraan. Cukup membayar Rp10 ribu, kendaraan roda empat bisa di parkir di halaman rumah penduduk. Pos keamanan disiapkan warga di sekitar secara swadaya.

Lokasi pantai dikelilingi air laut. Menggunakan perahu motor sekira 15 menit menuju lokasi jadi pengalaman seru bagi klikers.

/images/img_galeri/831 Pantai Muara Badak2.JPG

Apalagi perjalanan di kala sore hari. Klikers bisa temukan sunset dan aslinya hutan bakau. Sesekali bila beruntung, klikers bisa lihat sekumpulan koloni kera bergelantungan di pohon dengan riang menandakan hutan pantai masih sangat asri dan sejuk.

Dari kejauhan warna bendera kuning menjadi tanda sudah dekatnya klikers dengan pantai yang mengambil semangat kemaritiman Nusantara. Dari informasi pengelola pantai, Daeng Lompo, nama Panrita Lopi diambil dari Kabupaten Bulu Kumba, Provinsi Sulawesi Selatan karena kemahirannya mengarungi samudera dan menjelajah benua.

Kapal Pinisi adalah mahakarya terbaik kecakapan manusia Indonesia yang dimiliki hingga saat ini. Arti Panrita Lopi sendiri diartiakan sebagai “Tanah tempat para pembuat perahu terbaik”, perahu pesiar dengan layar sebagai alat bantu navigasinya cukup dikenal dunia.

Ya, warga di pesisir Muara Badak kebanyakan penyebarannya dari Kabupaten Bulum Kumba sejak lama. Dengan mengadopsi nama itu, pengelola dari warga setempat yakni Daeng Lompo berharap, kejayaan juga bisa diraih masyarakat sekitar yang bekerja sebagai nelayan.

“Kami beri nama yang sama yakni pantai Panrita Lopi agar tetap ingat dari mana kami berasal, sekaligus sedikit mengobati kerinduan kami dengan kampung kakek buyut kami,” ucap Daeng Lompo saat diwawancarai KlikSamarinda.

Ketika komunal masyarakat mengolah potensi pariwisata sesuai petunjuk Pemerintah di era Jokowi, Sektor pariwisata didorong menjadi komoditi yang kemudian bisa membangun kemandirian ekonomi daerah dan masyarakat sekitar destinasi.

Dengan konsep Nawacita, Revolusi Mental dan Sapta Pesona, seluruh daerah berbenah menciptakan peluang bisnis di ranah jasa pariwisata. Kaltim pun, juga Kabupaten Kukar turut mendorong pariwisatanya berharap bisa menjadi industri yang bisa menggantikan ketergantungan terhadap energi fosil.

Sebelum gembar-gembor slogan itu, Bali dan Lombok adalah daerah yang sukses mendorong pariwisatanya berbekal keelokan pantai. Bali dan Lombok mendulang wisman dalam negeri dan asing.

walhasil taraf hidup masyarakat semakin baik. PAD masing-masing daerah tercover hanya dengan pariwisata sebagai produk unggulannya.

 

Pantai Panrita Lopi di Kecamatan Muara Badak adalah kawasan satu-satunya dan baru dikelola oleh penduduk sekitar. Lainnya, di kawasan tersebut lebih dulu berdiri tempat wisata yang dikelola oleh tuan berdompet tebal dari luar daerah.

/images/img_galeri/421 Pantai Muara Badak.JPG

Daeng Lompo yang memiliki hobi memacu motor trail itu, telah mengubah lokasi pantai belantara menjadi arena santai bagi semua kalangan. Terdapat beberapa pondok tersedia, rumah pohon dan toilet tak jauh dari bibir pantai.

Klikers juga bisa menikmati segarnya ikan hasil jerat jala ketika malam hari dengan lebih dulu memberitahu kepada pengelola. Jika ingin menginap di pantai Panrita Lopi tak perlu khawatir dengan kayu bakar. Kayu kering terbilang masih cukup banyak untuk membuat api unggun.

Bila langit sedang cerah, klikers bisa melihat ribuan bintang-bintang dengan sangat apik. Terlebih pertengahan Agustus 2017 sedang terjadi fenomena jatuhnya meteor di angkasa dengan intensitas per jamnya 40 kali per jam. Jadi jangan lewatkan pertunjukan alam ini, ya klikers.

O, iya, jika klikers bisa melobi nelayan di sana, klikers juga bisa memancing langsung di lepas pantai memanfaatkan bagang-bagang nelayan di malam hari. Sebab jebakan ikan berukuran besar itu dipasang lampu sehingga cahaya terangnya membawa serta planton dan ikan-ikan datang.

Kesempatan klikerslah untuk memancing atau sekedar ikut belajar menarik jala bagang bersama nelayan. Klikers gak perlu khawatir dengan alat komunikasi sebab jaringan operator seluler masih bisa digunakan. Selain itu jika bateraimu habis, ada listrik 24 jam disiapkan untuk pengunjung dengan menggunakan genset.

 

Tak hanya itu, lho. Setelah istirahat malam cukup maksimal di tepi pantai, klikers kembali terjaga karena suara desir ombak di pasir pantai serta hangat sinar mentari menjadi alarm alami. Bermain di pantai kala sunrise menjadi wujud keseimbangan hubungan antara alam semesta dan manusia.

Oase kehidupan bagaimana manusia menumpahkan kejenuhan kepada alam untuk kembali mengarungi kegiatan sehari-hari dengan semagat dan optimisme yang tinggi. Agar lebih mudah dan nyaman, klikers bisa gunakan Hamock untuk istirahat atau sekadar bersantai dan membaca buku atau menulis catatan pribadi.

Setelah puas bermain di pantai dan matahari mulai meninggi, klikers bisa gunakan banyak waktu mengunjungi penghuni di pulau tersebut. Ya, binatang primata jenis kera bisa jadi pilihanmu menghibur kamu dengan jarak lebih dekat.

Cukup berikan makanan dengan cara dilempar, kera-kera kecil berwarna abu-abu bisa kamu lihat tingkah lakunya. Nah, jangan lupa sediakan makanan yang banyak, ya untuk mereka.

Gubuk warung kopi bisa klikers temukan di sana. Tapi jangan kesorean. Karena jelang senja emak-emak yang jualan beres-beres untuk pulang. Mie instan juga ada dijajakan beserta buras. So pasti jadi tempat yang asik buat bersantai.

Taak hanya itu, klikers. Bila ingin lebih lama menikmati keindahan bawah laut pantai Panritalopy, klikers bisa mengeluarkan kocek lebih untuk melakukan kegiatan snorkling. Di dasar laut Pantai Panrita Lopi, klikers bisa melihat terumbu karang alami dan buatan yang berhasil dilakukan warga sekitar bekerja sama dengan pihak lain.

Total biaya langsung yang klikers keluarkan untuk transportasi dan tiket masuk pantai per orangnya hanya Rp30 ribu untuk orang dewasa. Sedangkan untuk anak-anak Rp15 ribu. Bagaimana, terjangkau bukan?

Kalau begitu, siapkan perlengkapan holiday-mu di pantai dan nikmati petualangan seru di Pantai Panrita Lopi, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kukar, Provinsi Kaltim. Selamat berakhir pekan dan liburan klikers. (*)

 




Comments

comments


Komentar: 0