22 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ngamen di Bontang, Warga Simpang Sangatta Dipotong Rambutnya


Ngamen di Bontang, Warga Simpang Sangatta Dipotong Rambutnya
Tiga pengamen ini diamankan Satpol PP akibat dilaporkan menganggu Trantibum oleh warga Bontang(KLIKBONTANG/FANNY)

KLIKSANGATTA.COM -  Tiga pengamen jalanan berusia antara 17 hingga 19 tahun diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang, di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) Senin, 11 September 2017 malam.

Basri Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Bontang menjelaskan, tiga pemuda itu diamankan lantaran dianggap meresahkan warga Bontang akibat aktivitas mengamen hingga Juru Parkir (Jukir) liar yang diketahui menjadi profesi lain mereka.

“Selain mengganggu, mereka juga tidak punya identitas. Padahal umur mereka sudah bisa bikin KTP. Selain Bontang, dua lainnya berasal dari luar daerah, seperti Simpang Sangatta dan Samarinda,” katanya.

Dalam pembinaan yang dilakukan Satpol PP, ketiga pemuda diberikan arahan. Mulai dari pesan agar tak melakukan aktivitas mengamen dan mencari pekerjaan lain yang lebih laik. Lalu diminta membenahi gaya hidup hingga penampilan yang bisa menimbulkan kesan negative orang lain.

Bentuk pembinaan selanjutnya dengan mencukur rambut pemuda yang berambut panjang, meminta membuka aksesoris anting yang dikenakan, hingga instruksi melafalkan sejumlah surat pendek.

“Pembinaan yang kami lakukan bertujuan agar ada efek jera, dan kesan supaya tidak mengulang kembali perbuatan mereka,” tuturnya.

Kasi Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan Satpol PP, Haeruddin menambahkan, ketiga anak jalanan yang diamankan juga diminta untuk membuat pernyataan untuk tak mengulangi hal serupa di kemudian hari.

Dengan konsekuensi penindakan tegas lebih jauh jika kembali tertangkap polisi Pemkot.

“Dari tiga yang diamankan, dua dari mereka pernah kami amankan. Makanya, mereka diminta buat pernyataan lagi. Setelah itu, salah satu dari mereka dijemput orang tuanya untuk bisa pulang, yang juga menjamin dua anak lain yang dari luar Bontang,” tutupnya(*)

Reporter : Imran Ibnu    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0