15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Semburan Gas di Sepinggan, Puluhan Warga Mengungsi


Semburan Gas di Sepinggan, Puluhan Warga Mengungsi
Semburan gas di Balikpapan tahun 2016. (dok)

KLIKSANGATTA.COM – Sebuah sumur bor yang menyemburkan gas di kawasan Bandara Sepinggan, Kota Balikpapan masih terus aktif sejak awal pekan hingga Jumat (10/11) kemarin.

Di lokasi itu, gas bercampur air dari sumur bor sedalam 35 meter yang dibuat pekerja pembangunan apartemen di kawasan tersebut.

Akibatnya, 18 keluarga atau puluhan anggota keluarga di RT 10, Kelurahan Sepinggan Raya, terpaksa mengungsi untuk menghindari bahaya sembutan, menyusul kebakaran yang menghanguskan tiga rumah bedeng di kawasan itu.

Sejak tahun 2015, sudah dua kali hal serupa terjadi di kawasan Sepinggan. Tahun 2016 gas menyembur dari lubang di tanah di belakang Gereja Bethany di Jalan Syarifuddin Yus.

Tapi semburan gas saat itu tidak menimbulkan kerugian apa-apa karena jauh dari pemukiman warga. Namun, kali ini semburan terjadi di kawasan permukiman, sehingga  mengakibatkan kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Balikpapan, Suseno, menerangkan, sebetulnya semburan gas sempat berhenti pada Senin malam hingga Rabu.

"Tapi sejak Kamis menyembur lagi," tuturnya, kemarin.

Menurut Kepala Seksi Operasi Badan Serach and Rescue/SAR Nasional Basarnas Octavianto, semburan gas itu mencapai ketinggian 20 meter disertai bau menyengat khas gas metan.

Untuk mengantisipasi hal tak diinginkan, warga dilarang mendekat dan dilarang merokok hingga radius 50 meter dari sumur.

Terlebih, "Semburannya juga menimbulkan bunyi desis yang keras," terang Octavianto.

Dari peristiwa ini lima keluarga dengan 11 jiwa kehilangan tempat tinggal. Empat orang di antaranya menderita luka bakar hingga 30 persen. Sampai kini para korban masih dirawat di rumah sakit.

Pihak BPBD telah berkoordinasi dengan kontraktor proyek pembangunan apartemen, Badan Lingkungan Hidup Balikpapan, serta perusahaan minyak dan gas Pertamina RU V maupun Total E&P Indonesie. 

Dua perusahaan migas itu dilibatkan lantaran memiliki tenaga ahli dan teknologi dalam mengatasi semburan.

Reporter : KlikBalikpapan.co    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0