19 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

18 Menara Telekomunikasi Sepakat Dibangun di Kutim Tahun 2018


18 Menara Telekomunikasi Sepakat Dibangun di Kutim Tahun 2018
Kepala Diskominfotik Kutim, M.Erlyan Noor, (Dok)

KLIKSANGATTA.COM – Penyediaan jaringan telekomunikasi yang merata di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi idaman warga khususnya di perdesaan. Belum meratanya infrastruktur telekomunikasi menyebabkan kesenjangan sehingga perlu perhatian.

Menjawab ini, Dinas Komunikasi Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Kutim telah mengusulkan pembangunan belasan Base Tranceiver Station (BTS) pada tahun 2018 mendatang.

"Jadi untuk pembangunan menara itu disetujui 18 unit, ini rencananya dilaksanakan tahun 2018. Usulan pembangunan BTS atau menara sebagai fasilitas pendukung utama jaringan komunikasi untuk daerah yang belum terjangkau signal atau blank spot disetujui pemerintah pusat, " ujar Kepala Diskominfotik, M. Erlyan Noor, Senin, 27 November 2017.

Menurut Erlian, pembangunan BTS sebelumnya diusulkan sebanyak 52 unit. Hanya saja sebagian yang lain masih memerlukan komunikasi dan negosiasi lebih lanjut dengan Kemenkominfo RI.

"Ini masih memungkinkan ada penambahan, mereka nanti akan survei kalau memungkinkan akan ditambah lagi," katanya.

Saat ini, lanjut Erlyan, pemerintah pusat mengharapkan kesiapan pemerintah daerah dalam rencana pelaksanaan termasuk juga penyelesaian lahan masyarakat yang dijadikan lokasi pembangunan BTS. 

"Pada dasarnya kita persiapkan ini, nanti kita komunikasikan dengan desa-desa dan juga pihak kecematan-kecematan," tuturnya. 

Dalam perjalanannya, disebutkan penambahan menara telekomunikasi itu merupakan upaya untuk memperluas jaringan komunikasi ke seluruh wilayah desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sangkulirang, Kecamatan Sandaran serta Kecamatan Karangan.

 Selama ini, sejumlah wilayah setempat belum terjangkau jaringan komunikasi atau madih blank spot. "Penambahan menara telekomunikasi ini untuk memperluas jaringan ke setiap desa, dimana disana masih banyak wilayah yang blankspot," ucapnya. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0