15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Guru Jaman Dulu, Guru Jaman Now dan Guru Dambaan Kita


Guru Jaman Dulu, Guru Jaman Now dan Guru Dambaan Kita

Oleh Dr. Muslimin, M.Si

Ditulis sebagai refleksi Hari Guru Nasional 

HARI Guru Nasional baru saja di peringati oleh seluruh elemen masyarakat baik pemerintah,insan guru maupun masyarakat secara umum. Hari guru tentu menjadi momentum penting dalam merefleksikan perannya dalam memajukan peradaban bangsa ini melalui tugasnya yang mulia sebagai pendidik,pengajar bagi anak anak bangsa.

Kalau kita melihat sejarah peran guru dari jaman ke jaman tentu menjadi pelajaran yang sangat penting dan berharga bagi bangsa ini,bahwa betapa memang peran insan yang satu ini sangat besar dan strategis dalam memajukan harkat,martabat dan keberadaan bangsa ini.

Guru guru jaman dulu sangat di hormati baik oleh murid muridnya maupun oleh masyarakat. Guru masih dianggap sebagai pekerjaan yang mulia dan terpandang, derajat guru dalam sosial masyarakat masih begitu ditinggikan di bandingkan dengan pekerjaan lainnya. Begitupun murid muridnya setiap datang selalu di sambut dengan penuh suka cita dan murid selalu mematuhi apa yang guru perintahkan.

Guru jaman dulu apabila memberikan nasehat dengan tegas, baik itu verbal maupun non verbal dan hal itu bisa berpengaruh kepada perubahan siswa yang di berikan teguran atau hukuman, dan orang tua juga mendukung apa yang di lakukan oleh guru tersebut.

Dan sungguh terbalik dengan kondisi jaman now guru cukup hati hati dalam memberi teguran kepada murid dan takut menyakiti murid, karena orang tua murid sangat agresif dan kadang berujung ke tindakan pelanggaran hukum kepada guru.Guru saat ini tidak ada bedanya dengan pekerjaan lainnya,dan bahkan murid kurang hormat kepadanya dan semakin banyak anak yang kurang ajar dan membantah perkataan guru.

Sebutan guru sebagai 'pahlawan tanpa tanda jasa' hampir tidak ada lagi,,kenapa,,?  karena...Guru jaman now tidak lagi di anggap sebagai pahlawan, fasilitas yang di berikan oleh pemerintah sudah lebih dari cukup, mulai dari insentif dan tunjangan sertifikasi yang nominal cukup pantastik. Minat masyarakat untuk menekuni profesi guru semakin tinggi dengan adanya fasilitas fasilitas yang di berikan oleh pemerintah, dan tentu pemberian fasilitas pemerintah ini idealnya harus berbanding lurus dengan semangat mengajar, peningkatan kualitas pendidikan dan disiplin dalam melaksanakan tugas.

Guru profesional dambaan masyarakat

Guru profesional adalah guru yang ahli dalam bidang ke ilmuan yang di kuasainya,bukan hanya sekedar mampu mentransfer keilmuan dalam diri anak didik,tetapi juga mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri peserta didik dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,mengarahkan, melatih dan menilai.

Menjadi guru profesional, setidaknya memiliki beberapa aspek..

1. Aspek spritual, menjadi guru profesional harus memiliki spritual yang baik yaitu kecerdasan jiwa (rohani) sebagai hal yang memperkuat vitalitas hidup,berpikir yang mendalam dalam membantu mengembangkan potensi anak didik ke arah yang positif.

2. Aspek karakter, yaitu guru mampu menampilkan ciri khas yang bernilai positif,dimana mampu menempatkan siswa sebagai subyek belajar, guru sebagai pelayan,fasilitator dan mitra siswa agar dapat mengalami proses belajar yang bermakna.

3. Aspek sociences(keilmuan), yaitu guru harus menguasai bidang ilmu yang diampunya sesuai disiplin ilmu yang di milikinya.

4. Aspek moral,yaitu guru harus memiliki moralitas yang baik, yang tercakup di dalamnya yang berupa kompetensi sosial dan kepribadian guru. Guru adalah pendidik profesional yang bertugas untuk mengembangkan kepribadian atau karakter siswa.

5. Aspek attitude, yaitu guru harus memiliki nilai sikap yang terpuji dan budi pekerti yang patut di teladani, memiliki konsep yang diri yang positif.

Tuntutan masyarakat terhadap kompetensi guru terus berkembang seiring dengan kemajuan jaman. Kompetensi adalah pengetahuan,keterampilan dan kemampuan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan pengajar.

SELAMAT HARI GURU NASIONAL DAN GURU TETAP JAYA

*Penulis merupakan akademisi di STIE Nusantara Sangatta.

Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0