19 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Usai Jadi Juara, SRA akan Dilengkapi Infrastuktur Penunjang Pariwisata


Usai Jadi Juara, SRA akan Dilengkapi Infrastuktur Penunjang Pariwisata
Bupati Kutim Ismunandar didampingi Encek UR Firgasih dan Kasmidi Bulang bersama Kadispar Kutim Dwi Susilanto Gawaman saat penganugerahan Piala API 2017. (Ist)

KLIKSANGATTA.COM – Piala Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 yang diberikan Kementerian Pariwisata kepada Bupati Kutim Ismunandar atas terpilihnya Sangkulirang Rock Arts (SRA) sebagai juara situs sejarah terpopuler disambut penuh suka cita di Sangatta, Minggu 26 November 2017.

Para pejabat daerah mulai dari Wabup Kasmidi Bulang, Sekda Irawansyah, Kepada Dinas Pariwisata Dwi Susilanto Gamawan dan jajaran kepala OPD memberikan penyambutan kala piala bergensi itu dibawa ke Rujab Bupati Kutim di Bukit Pelangi.

Terpilih sebagai juara karena mendapat dukungan paling banyak dalam ajang API 2017, Ismunandar menyatakan kebanggaannya akan kekompakan masyarakat Kutim yang memberikan vote/suaranya.

“Apa yang kami raih saat ini menjadi motivasi untuk terus membangun pariwisata di Kutai Timur. Melengkapi fasilitas infrastruktur yang memadai agar memudahkan wisatawan yang ingin mengunjungi Karst Sangkulirang-Mangkalihat,” paparnya.

Ia mengungkapkan, dukungan yang diberikan juga berasal dari Kaltim maupun wisatawan asing yang takjub pada SRA yang kaya akan nilai kebudayaan.

Ketua Penyelenggara API 2017 Nanda Azwar menjelaskan, 2017 merupakan tahun kedua API digelar. Ajang tahunan ini diadakan untuk mendukung peningkatan pariwisata di Indonesia. Menurut dia, industri pariwisata Indonesia masih memiliki banyak ruang untuk dikembangkan dibanding negara-negara ASEAN lainnya. “Tahun ini, Indonesia termasuk negara yang sangat dilirik wisata mancanegara,” kata Nanda.

Seperti diketahui, dari berbagai situs bersejarah, gambar telapak tangan di kawasan Karst Mangkalihat menjadi yang terpopuler. Karena dianggap sebagai situs lukisan gambar telapak tangan tertua di dunia.

Karst yang membentang sampai Tanjung Mangkalihat, Kecamatan Sandaran, itu diusulkan untuk menjadi warisan dunia United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) dan kawasan warisan geologi (geopark).

Diketahui, gua karst merupakan cagar bersejarah yang ditemukan peneliti asal Prancis beberapa tahun lalu di kawasan Karst Sangkulirang. Tempat itu memiliki ratusan gua yang menyimpan pesona keindahan alam dengan stalaktit (mineral sekunder yang menggantung di langit-langit gua kapur). Selain itu, terdapat stalagmite (pembentukan gua secara vertikal). Dalam gua tersebut banyak lukisan dinding berupa gambar telapak tangan dan hewan.

Selain menemukan gambar bersejarah itu, peneliti mendapati sejumlah bekas tempat pembakaran, patung, peralatan, perhiasan, dan guci. Hampir semua gua diduga pernah ditinggali oleh peradaban manusia prasejarah. Penemuan gambar telapak tangan pertama di Gua Mardua, disusul Gua Payau, Gua Liang, Gua Sara, Gua Masri, Gua Ilas Kenceng, dan Gua Tewet. Gambar-gambar di gua Karst Sangkulirang termasuk dalam kategori yang terbaik di Asia Tenggara. (*)

Reporter : Ayub Fardani    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0