20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kronologi Pembunuhan Wanita THM, Pelaku Tersinggung Saat Mabuk Miras


Kronologi Pembunuhan Wanita THM, Pelaku Tersinggung Saat Mabuk Miras
Jasad Lina, korban pembunuhan di Batota yang berada di RSUD Kudungga untuk menjalani visum. (Foto: ardan)

KLIKSANGATTA.COM – Usai diamankan Jajaran Polres Kutim, AG (25) tersangka pembunuh Lina, seorang pekerja Tempat Hiburan Malam (THM) di Kutai Timur (Kutim) mengaku tersinggung atas perkataan korban.

Kapolres Kitum AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena menerangkan, sementara motif tersangka menghabisi korban karena sakit hati. Penyebabnya, kata-kata kasar korban kepada AG yang berbau SARA.

"Sementara dari keterangan pelaku karena sakit hati. dan terjadilah keributan," ungkap Sena, Kamis 14 Desember 2017.

Dari kronologi yang dihimpun, korban yang saat itu tengah menemani tamu café tempatnya bekerja menegur tersangka di meja bartender kala mengecilkan volume musik. Usai ditegur, terjadi cekcok di antara keduanya hingga korban melontarkan kata yang membuat tersangka kesal.

"Terjadi cekcok, kemudian korban memukul pelaku dengan botol bir ke kepala pelaku," terang Sena.

Pelaku lalu meraih gunting yang berada dekat dengannya dan tetiba menikam tubuh korban membabi buta. Korban pun jatuh tersungkur di tempat kejadian perkara (TKP).

"Pelaku menggunakan gunting sebagai alat membunuh. Dari hasil visum banyak luka pada tubuh korban,  di antarannya lengan paha dan dada korban,"jelasnya.

Diterangkan, saat kejadian pelaku dan korban dalam keadaan mabuk ditambah situasi TKP saat itu minim penerangan.  Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun akhirnya meninggal akibat kehabisan darah.

"Sempat diantar ke rumah sakit karena korban masih sadar. Dugaan kehabidan darah karena di TKP banyak  darah korban," tambahnya.

Usai menikam korban, tersangka justru pulang ke rumahnya dan kembali ke TKP sambil membawa parang. Namun, tidak menemukan korban karena telah diantar ke rumah sakit.

AG sendiri melarikan diri hinga akhirnya berhasil diringkus tim Gabungan Polres Kutim di tengah persembunyianya sekitar pukul 20.30 WITA. Ia ditemukan di salahsatu pondok keluarganya yang berada di jalan poros Sangatta-Bontang Kilometer 12.

"Atas informasi keluarga pelaku, dia berhasil kita amankan. Pelaku kita bawa ke RSUD karena mengalami luka di tangan dan kepala," kata Sena.

Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamanakan di Mapolres Kutim. Atas perbuatannya, AG dijerat Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara di atas 10 tahun. (*)

Reporter : Ardhan Ahmad    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0