20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Dandim Kamil, Menjadi Pasukan Perdamaian di Libanon Hingga Dibalik Puluhan Emas AASAM


Dandim Kamil, Menjadi Pasukan Perdamaian di Libanon Hingga Dibalik Puluhan Emas AASAM
Dandim 0909 Sangatta Letnal Kolonel (Letkol) Infantri Kamil Bahren Pasha. (Foto: Ardan)

KLIKSANGATTA.COM- Dandim 0909 Sangatta Letnal Kolonel (Letkol)  Infantri Kamil Bahren Pasha memiliki cerita paling berkesan selama dirinya mengabdikan diri untuk Republik Indonesia tepatnya di kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dihadapan rekan-rekan media, pria kelahiran 20 November 1977 itu mengisahkan perjalanan karir milternya usai lulus dari Akedemi Militer (AKBRI) pada tahun 2000 silam di Magelang Jawa Tengah dengan santai.

Sebelum menjabat Dandim 0909 Sangatta, suami dari Lidya Afrina Wati itu dipercaya menjabat Komandan Bataliyon Infantri Pararaider 330/17/1 Kostrad. Sejumlah penghargaan juga sudah pernah diterima dari ayah empat orang anak itu.

Ia pernah menjadi pasukan perdamaian Persatuan Bangsa Bangsa  (PBB) di Libanon pada tahun 2006. Kamil mengisahkan betapa hebatnya pasukan TNI yang dikenal nekat dalam menjaga perdamaian dan krisis di negara wilayah Timur Tengah itu.

"Saat pertama kali kami datang ke sana banyak yang bilang jika kami tidak sanggup. Bahkan masyarakat di sana yakin kita tidak mampu bertahan menjalankan tugas di sana," ucap Kamil.

Anggapan sinis yang keluar dari pasukan negara lain serta warga di sana mengingat Prajurit TNI saat itu baru pertama kali ditunjuk PBB untuk bergabung dalam pasukan penjaga multinasional dalam upaya membersihkan zona konflik dan genjatan senjata antara tentara Israel dan pejuang Hisbullah.

"Selama kami disana, kita bertahan dari cuaca dingin sampai minus 3 derajat , hanya di tenda tenda yang sederhana. Kalau tentara dari negara lain tidak mau mereka, fasilitas mereka harus lengkap,"  ungkapnya.

Berjalannya waktu dalam mengemban tugas di Libanon, dan menjalin kebersaman dengan warga di sana, Pasukan TNI menjadi pasukan terbaik dalam mengembalikan perdamaian di Libanon saat itu. Bahkan PBB sendiri memberikan penghargaan atas tugas yang dilaksanakan pasukan TNI di Libanon.

"Kita menjadi pasukan terbaik di sana, bahkan warga setempat jika ada pasukan perdamaian yang datang meminta pasukan dari Indonesia, ini karena membangun kedekatan kita bersama warga disana, " ucapnya.

Anak dari Muslim Kasim ,mantan Wakil Gubernur Sumatra Barat itu juga mengisahkan pengalaman berkesan saat memimpin kontingen TNI AD saat mengikuti Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) pada tahun 2009,2011 hingga tahun 2012.

TNI AD berhasil meraih juara umum secara berturut-turut, mengalahkan puluhan kontingen peserta negara yang ikut serta. Yang membanggakan, prestasi gemilang itu diukir dengan menggunakan senjata produk asli Indonesia dari PT Pindad.

"Di tahun 2012, dari 51 medali emas yang diperebutkan kita berhasil meraih setengahnya, Kita mengalahkan tuan rumah Australia dan Amerika yang memiliki persenjatan cukup canggih," tukasnya.

"Kita sempat diprotes karena dipikir mengunakan senjata yang tidak standar, saya bilang ‘kalian cek PT Pindad itu di Indonesia, senjata kita produk sendiri’," tutur Kamil sembari tersenyum. (*)

Reporter : Ardhan Ahmad    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0