19 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Antisipasi Konflik Pileg dan Pilpres, Polres Kutim Gelar Apel Pasukan


Antisipasi Konflik Pileg dan Pilpres, Polres Kutim Gelar Apel Pasukan
Suasana simulasi penanganan potensi konflik pada pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 oleh Polres Kutim. (Imran R Sahara)

KLIKSANGATTA.COM - Polres Kutai Timur (Kutim) melaksanakan apel Gelar Pasukan dan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka Operasi Mantap Brata 2018 di Mako Polres Kutim, Rabu, 19 September 2018

Kegiatan ini dilakukan dengan berkolaborasi jajaran Kodim 0909 dan Lanal Sangatta untuk melihat kesiapan personil dalam menghadapi Pilpres dan Pilgel 2019 mendatang.

"Sesuai dengan amanat Kapolda Kaltim operasi Mantap Brata dilakukan untuk mengecek kesiapan Kasatwil masing-masing dalam menghadapi pesta demokrasi 2019," tutur Kapolres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan.

Dalam pengamanan pileg dan pilpres 2019, Tedy mengatakan akan menyiapkan 2/3 kekuatan atau berkisar 370 personel ditambah personel dari jajaran TNI yakni Kodim 0909 dan Lanal Sangatta. "Dari Kejari Sangatta masih sementara kita koordinasikan," tuturnya.

Kegiatan dengan tema "Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2018, Kita Tingkatkan Sinergi POLRI dengan Instansi Terkait dalam rangka Mewujudkan Kamdagri yang Kondusif," itu, didiskripsikan terjadi kerusuhan saat tahapan Kampanye Pileg dan Pilpres. Polres Kutim selaku pihak keamanan melakukan penanganan seperti serangan mendadak yang dilakukan seorang oknum pada salah satu calon legislatif saat acara kampanye berlangsung.

Selain itu, tim pengmanan dalam simulasi itu juga menunjukkan kesiapan personil dalam menghadapi money politik dan sekelompok massa yang mencoba menyerang distribusi kotak suara dari TPS ke PPK dan KPU. Hal ini digambarkan sebagai bentuk ketidak puasan sekelompok massa tersebut terhadap hasil rekapitulasi suara pemilu.

Sesuai dengan standar prosedur pengamanan, pihak kepolisian kemudian menurunkan pasukan Pengendalian Masyarakat (Dalmas). Dengan menggunakan watercanon, tembakan peringatan dan tembakan gas air mata. Aksi massa yang diperankan oleh sejumlah masyarakat itu pun dapat diredam.

Melihat kesiapan itu, Bupati Kutim Ismunandar yang hadir sebagai Irup dalam kesempatan itu menilai sinergi Polri dan TNI dalam pengamanan pesta demokrasi 2019 sudah sangat bagus. Paling berbahaya dan petut diwaspadai adalah money politic serta pengamanan kotak suara.

"Ini segala kemungkinan yang akan terjadi sudah dipersiapkan cara antisipasinya," jelasnya. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0